Siapa Fauja Singh? Pelari Maraton Berusia 114 Tahun yang Meninggal karena Tabrak Lari
Kamis, 17 Juli 2025 - 01:45 WIB
loading...
A
A
A
"Berlari menunjukkan kebaikan kepada saya dan menghidupkan saya kembali dengan membuat saya melupakan semua trauma dan kesedihan saya," ujarnya kepada CNN dalam sebuah wawancara ketika berusia 102 tahun.
Ia berlari maraton pertamanya hanya setelah beberapa bulan berlatih, dan mencapai rekor terbaiknya sendiri, lima jam 40 menit, di Toronto Waterfront Marathon 2003 tiga tahun kemudian.
Ini sangat berbeda dari masa kecilnya yang sederhana di India, ketika ia tidak dapat berjalan hingga usia lima tahun karena kelemahan pada kakinya.
Perlombaan terakhirnya adalah di Hong Kong, sebuah rute sepanjang 10 kilometer, pada tahun 2013, setahun setelah ia membawa obor Olimpiade London 2012.
“Saya sangat menyukai sepatu lari saya, saya sangat menyukainya. Saya memakainya untuk kesenangan. Saya tidak bisa membayangkan hidup saya tanpanya,” ujarnya kepada CNN, ketika berusia 102 tahun.
Ia berlari maraton pertamanya hanya setelah beberapa bulan berlatih, dan mencapai rekor terbaiknya sendiri, lima jam 40 menit, di Toronto Waterfront Marathon 2003 tiga tahun kemudian.
4. Pernah Sulit Berjalan saat Kecil
Pada tahun 2011, Singh kembali ke Toronto, di mana ia menjadi orang pertama yang berusia seratus tahun yang menyelesaikan maraton, finis dalam waktu delapan jam, 11 menit, dan enam detik.Ini sangat berbeda dari masa kecilnya yang sederhana di India, ketika ia tidak dapat berjalan hingga usia lima tahun karena kelemahan pada kakinya.
Perlombaan terakhirnya adalah di Hong Kong, sebuah rute sepanjang 10 kilometer, pada tahun 2013, setahun setelah ia membawa obor Olimpiade London 2012.
5. Tak Memiliki Akta Kelahiran
Meskipun sukses, prestasinya tidak pernah diakui oleh Guinness World Records karena ia tidak memiliki akta kelahiran. Namun, ia menerima surat dari Ratu Elizabeth dari Inggris yang mengucapkan selamat ulang tahun ke-100.“Saya sangat menyukai sepatu lari saya, saya sangat menyukainya. Saya memakainya untuk kesenangan. Saya tidak bisa membayangkan hidup saya tanpanya,” ujarnya kepada CNN, ketika berusia 102 tahun.
(ahm)
Lihat Juga :