Presiden Tertua di Dunia Ini Kembali Calonkan Diri
Senin, 14 Juli 2025 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Biya menghapuskan batasan masa jabatan pada tahun 2008, membuka jalan baginya untuk mencalonkan diri tanpa batas waktu. Ia memenangkan pemilu 2018 dengan 71,28 persen suara, meskipun partai-partai oposisi menuduh adanya kecurangan yang meluas.
Negara Afrika Tengah penghasil kakao dan minyak ini, yang hanya memiliki dua presiden sejak merdeka dari Prancis dan Inggris pada awal 1960-an, kemungkinan akan menghadapi krisis suksesi yang rumit jika Biya sakit parah sehingga tidak dapat mempertahankan jabatannya atau meninggal dunia.
Selain Biya, beberapa tokoh oposisi juga telah menyatakan niat mereka untuk mencalonkan diri, termasuk runner-up tahun 2018 Maurice Kamto dari Gerakan Renaisans Kamerun, Joshua Osih dari Front Sosial Demokrat, pengacara Akere Muna, dan Cabral Libii dari Partai Rekonsiliasi Nasional Kamerun.
Semua pihak mengkritik periode panjang Biya sebagai kepala negara dan menyerukan reformasi untuk memastikan pemilu yang adil pada tahun 2025.
Di bawah Biya, Kamerun menghadapi tantangan ekonomi dan ketidakamanan di berbagai bidang, termasuk konflik separatis yang berkepanjangan di wilayah-wilayah berbahasa Inggris dan serangan berkelanjutan dari kelompok bersenjata Boko Haram di utara.
Negara Afrika Tengah penghasil kakao dan minyak ini, yang hanya memiliki dua presiden sejak merdeka dari Prancis dan Inggris pada awal 1960-an, kemungkinan akan menghadapi krisis suksesi yang rumit jika Biya sakit parah sehingga tidak dapat mempertahankan jabatannya atau meninggal dunia.
Selain Biya, beberapa tokoh oposisi juga telah menyatakan niat mereka untuk mencalonkan diri, termasuk runner-up tahun 2018 Maurice Kamto dari Gerakan Renaisans Kamerun, Joshua Osih dari Front Sosial Demokrat, pengacara Akere Muna, dan Cabral Libii dari Partai Rekonsiliasi Nasional Kamerun.
Semua pihak mengkritik periode panjang Biya sebagai kepala negara dan menyerukan reformasi untuk memastikan pemilu yang adil pada tahun 2025.
Di bawah Biya, Kamerun menghadapi tantangan ekonomi dan ketidakamanan di berbagai bidang, termasuk konflik separatis yang berkepanjangan di wilayah-wilayah berbahasa Inggris dan serangan berkelanjutan dari kelompok bersenjata Boko Haram di utara.
(ahm)
Lihat Juga :