Trump Kirim Rudal Patriot ke Ukraina, Perang Rusia Makin Panjang
Senin, 14 Juli 2025 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun Ukraina terus menerima persenjataan melalui dana yang dialokasikan selama masa jabatan mantan presiden AS Joe Biden, Trump menolak menyetujui pengiriman senjata baru untuk membantu Kyiv menangkal invasi Moskow.
Setelah berbulan-bulan upaya yang gagal untuk menengahi perdamaian antara Moskow dan Kyiv, Trump pada 7 Juli mengumumkan bahwa ia akan mulai menyetujui pengiriman ke Ukraina yang sebagian besar terdiri dari "senjata pertahanan".
Ketika ditanya pada hari Minggu apakah pengumumannya yang akan datang tentang Rusia akan melibatkan sanksi terhadap Moskow, Trump menolak menjawab tetapi mengulangi bahwa ia kecewa dengan Putin.
"Saya sangat kecewa dengan Presiden Putin. Saya pikir dia adalah seseorang yang bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan," kata Trump.
"Dan dia akan berbicara dengan sangat indah, lalu dia akan mengebom orang di malam hari. Kami tidak suka itu."
Sebelumnya pada hari Minggu, Senator AS Lindsey Graham, salah satu pendukung setia Ukraina di Kongres, meluncurkan rancangan undang-undang sanksi bipartisan yang menurutnya akan memberi Trump "palu godam" untuk mengakhiri perang.
"Paket yang sedang kita pertimbangkan akan memberi Presiden Trump kemampuan untuk mengenakan tarif 500 persen kepada negara mana pun yang membantu Rusia dan mendukung mesin perang Putin," ujar Graham kepada acara Face the Nation di CBS News.
"Dia bisa menaikkan atau menurunkan tarif. Dia bisa menurunkan tarif dari nol, hingga 500. Dia memiliki fleksibilitas maksimum."
Setelah berbulan-bulan upaya yang gagal untuk menengahi perdamaian antara Moskow dan Kyiv, Trump pada 7 Juli mengumumkan bahwa ia akan mulai menyetujui pengiriman ke Ukraina yang sebagian besar terdiri dari "senjata pertahanan".
Ketika ditanya pada hari Minggu apakah pengumumannya yang akan datang tentang Rusia akan melibatkan sanksi terhadap Moskow, Trump menolak menjawab tetapi mengulangi bahwa ia kecewa dengan Putin.
"Saya sangat kecewa dengan Presiden Putin. Saya pikir dia adalah seseorang yang bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan," kata Trump.
"Dan dia akan berbicara dengan sangat indah, lalu dia akan mengebom orang di malam hari. Kami tidak suka itu."
Sebelumnya pada hari Minggu, Senator AS Lindsey Graham, salah satu pendukung setia Ukraina di Kongres, meluncurkan rancangan undang-undang sanksi bipartisan yang menurutnya akan memberi Trump "palu godam" untuk mengakhiri perang.
"Paket yang sedang kita pertimbangkan akan memberi Presiden Trump kemampuan untuk mengenakan tarif 500 persen kepada negara mana pun yang membantu Rusia dan mendukung mesin perang Putin," ujar Graham kepada acara Face the Nation di CBS News.
"Dia bisa menaikkan atau menurunkan tarif. Dia bisa menurunkan tarif dari nol, hingga 500. Dia memiliki fleksibilitas maksimum."
(ahm)
Lihat Juga :