Trump Kirim Rudal Patriot ke Ukraina, Perang Rusia Makin Panjang
Senin, 14 Juli 2025 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Kunjungan Rutte ke Washington, DC terjadi ketika Trump mengisyaratkan bahwa ia akan membuat "pernyataan penting" tentang Rusia pada hari Senin.
Pada hari Minggu, Axios, mengutip dua sumber anonim, melaporkan bahwa pengumuman Trump akan mencakup "senjata ofensif" untuk Ukraina.
Setelah berkampanye dengan janji untuk segera mengakhiri perang di Ukraina, Trump telah mengungkapkan rasa frustrasinya yang semakin besar terhadap penolakan Putin untuk menyetujui perjanjian damai.
Meskipun Putin telah menyetujui jeda singkat dalam pertempuran, ia telah menolak usulan AS untuk gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari.
Rusia berpendapat bahwa usulan tersebut, yang telah diterima oleh Ukraina, akan memberi Kyiv kesempatan untuk memobilisasi kembali pasukannya dan mempersenjatai kembali persenjataannya.
Dalam beberapa kritik terkerasnya terhadap Putin, Trump pada hari Selasa menuduh pemimpin Rusia itu melontarkan banyak "omong kosong" kepada AS.
"Dia selalu sangat baik, tetapi ternyata tidak berarti apa-apa," kata Trump.
Setelah kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump mulai mengurangi dukungan untuk Kyiv, menganggap bantuan Washington sebagai beban bagi pembayar pajak AS, dan menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai penghalang perdamaian.
Pada hari Minggu, Axios, mengutip dua sumber anonim, melaporkan bahwa pengumuman Trump akan mencakup "senjata ofensif" untuk Ukraina.
Setelah berkampanye dengan janji untuk segera mengakhiri perang di Ukraina, Trump telah mengungkapkan rasa frustrasinya yang semakin besar terhadap penolakan Putin untuk menyetujui perjanjian damai.
Meskipun Putin telah menyetujui jeda singkat dalam pertempuran, ia telah menolak usulan AS untuk gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari.
Rusia berpendapat bahwa usulan tersebut, yang telah diterima oleh Ukraina, akan memberi Kyiv kesempatan untuk memobilisasi kembali pasukannya dan mempersenjatai kembali persenjataannya.
Dalam beberapa kritik terkerasnya terhadap Putin, Trump pada hari Selasa menuduh pemimpin Rusia itu melontarkan banyak "omong kosong" kepada AS.
"Dia selalu sangat baik, tetapi ternyata tidak berarti apa-apa," kata Trump.
Setelah kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump mulai mengurangi dukungan untuk Kyiv, menganggap bantuan Washington sebagai beban bagi pembayar pajak AS, dan menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai penghalang perdamaian.
Lihat Juga :