Media Israel Kritik Militer setelah Video Hamas Ungkap Upaya Penculikan Tentara Zionis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 06:22 WIB
loading...
Media Israel Kritik...
Tangkapan layar menunjukkan tentara Israel yang melarikan diri dari tank militer, dikelilingi pejuang Palestina yang berusaha menangkapnya. Foto/Telegram/Batalyon Martir Izz ad-Din al-Qassam
A A A
TEL AVIV - Brigade al-Qassam Hamas merilis satu video pada hari Kamis (10/7/2025) yang menunjukkan para pejuang Palestina membunuh seorang tentara Israel di Jalur Gaza dan menyita senjatanya. Pembunuhan itu dilaporkan setelah Hamas memutuskan untuk tidak menculiknya.

Rekaman tersebut tampaknya bertentangan dengan pernyataan resmi militer Israel tentang insiden tersebut dan telah menuai kritik di media lokal.

Para komentator menuduh militer gagal melindungi prajuritnya secara memadai di lapangan dan mengulangi kesalahan yang sama terhadap para pejuang Hamas.

Dalam video tersebut, para pejuang Hamas terlihat menargetkan buldoser Israel dengan rudal anti-tank buatan lokal di daerah Abasan al-Kabira, sebelah timur Khan Younis di Gaza selatan.

Tentara cadangan Israel Avraham Azulay terlihat melompat keluar dari buldoser setelah serangan tersebut.

Kemudian dalam rekaman tersebut, ia terlihat tergeletak di tanah di dekat para pejuang Hamas, yang tampaknya menyita senjatanya sebelum mundur dari tempat kejadian.

Menyusul serangan hari Rabu, Hamas mengatakan para pejuangnya "berusaha menangkap salah satu tentara, tetapi karena kondisi medan perang, hal itu tidak memungkinkan, sehingga mereka melumpuhkannya dan menyita senjatanya."

Sebaliknya, militer Israel menyatakan penyelidikan awal mereka menemukan para pejuang Hamas telah muncul dari terowongan, menyerang pasukan Israel, dan berusaha menculik Azulay.

Tentara Israel mengklaim tentara tersebut "berkelahi dengan mereka, dan para teroris menembak dan membunuhnya," sementara pasukan Israel di dekatnya melepaskan tembakan, mengenai "beberapa" pejuang Hamas dan mencegah penculikan tersebut.

Namun, video Hamas yang diedit tampaknya bertentangan dengan laporan ini. Azulay terlihat melarikan diri dari para pejuang alih-alih menghadapi mereka, dan pejuang Palestina tampaknya meninggalkan daerah itu tanpa cedera.

Almog Boker, seorang koresponden untuk Channel 12 News Israel, mengatakan meskipun pembunuhan Azulay menunjukkan pasukan "bertempur dengan kekuatan penuh," tentara "tidak belajar dari pengalaman".

"Bagaimana mungkin setelah insiden Puma, di mana kita kehilangan tujuh tentara dan melihat bagaimana para teroris naik ke kendaraan lapis baja dan melemparkan alat peledak ke dalamnya tanpa ada yang menyadari keberadaan mereka, seorang operator buldoser bekerja di Khan Yunis tanpa pengamanan ketat?" ujar Boker di X.

Ia merujuk pada serangan Hamas pada akhir Juni, di mana tujuh tentara Israel tewas setelah seorang pejuang Palestina menargetkan satu kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) dengan alat peledak yang dilemparkan ke dalamnya.

"Benar, ini adalah perang, dan ada juga kerugian yang menyakitkan, tetapi temuan di lapangan dan kesaksian para pejuang mengajarkan kita – kita dapat berbuat lebih banyak untuk meminimalkan korban jiwa seminimal mungkin," ujar Boker.

Kesimpulan yang Mengkhawatirkan


Yedioth Ahranoth mengatakan serangan pejuang Hamas di "siang bolong mengungkapkan kesimpulan yang meresahkan".

"Untuk kedua kalinya bulan ini dan dari jarak dekat, Hamas merilis video yang mendokumentasikan pembunuhan dan upaya penculikan Sersan Staf Cadangan Avraham Azulay," papar harian Israel tersebut.

"Rekaman tersebut juga menyoroti fenomena meresahkan lainnya yang muncul dari pertempuran berkepanjangan di Jalur Gaza: tentara Israel terpaksa menggunakan peralatan teknik sipil," ungkap media itu.

Media itu menambahkan, "Hal ini disebabkan oleh keausan mekanis pada sebagian besar peralatan militer sejak 7 Oktober, sehingga menyebabkan jumlah mesin operasional yang tidak mencukupi."

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya serangan mematikan Hamas yang menargetkan pasukan Israel di Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir.

Awal pekan ini, pejuang Hamas menewaskan lima tentara dan melukai 14 tentara lainnya dalam serangan di Beit Hanoun, dekat perbatasan dengan Israel di Gaza utara.

Insiden ini digambarkan sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan darat Israel sejak awal perang di Gaza.

Menurut pejabat Israel, 890 tentara Israel telah tewas sejak 7 Oktober 2023, hampir setengahnya sejak invasi Gaza dimulai.

Setidaknya 13 tentara telah tewas sejauh bulan ini saja.

Baca juga: Konsultan AS BCG Akui Bantu Genosida Israel Merusak Citranya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Majelis Ulama Senior...
Majelis Ulama Senior Iran Serukan Pembunuhan Donald Trump dan Netanyahu
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
Penalti Menit Akhir...
Penalti Menit Akhir Belgia Paksa Senegal Angkat Koper
Amerika Serikat Lolos...
Amerika Serikat Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Tantang Belgia Usai Tekuk Bosnia
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Berita Terkini
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Infografis
Warga Israel Tidak Percaya...
Warga Israel Tidak Percaya Hizbullah Dikalahkan Tentara Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved