Hamas Tuding Netanyahu Halangi Kesepakatan Hentikan Serangan Israel di Gaza

Jum'at, 11 Juli 2025 - 17:36 WIB
loading...
Hamas Tuding Netanyahu...
Anggota Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, di Khan Yunis, Gaza pada 20 Februari 2025. Foto/Ali Jadallah/Anadolu Agency
A A A
GAZA - Hamas mengatakan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sedang menempatkan hambatan dalam upaya mencapai kesepakatan yang akan menjamin pembebasan tahanan dan mengakhiri agresi terhadap Jalur Gaza. Hamas menyebut Netanyahu membuktikan niat jahatnya.

Dalam pernyataan pada hari Kamis (10/7/2025), Hamas menggambarkan komentar Netanyahu baru-baru ini kepada keluarga tawanan Israel, di mana ia mengatakan kesepakatan komprehensif tidak mungkin dicapai, sebagai bukti "niat jahat dan buruknya".

Hamas menambahkan, sebelumnya mereka telah mengusulkan kesepakatan pertukaran komprehensif di mana semua tawanan dari kedua belah pihak akan dibebaskan dalam satu tahap, dengan imbalan gencatan senjata permanen, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, dan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

"Netanyahu menolak proposal tersebut pada saat itu, dan ia terus menunda dan menempatkan hambatan lebih lanjut," papar pernyataan Hamas.

Hamas mengakhiri dengan menegaskan kembali "keterlibatannya yang positif dan bertanggung jawab dalam negosiasi," yang bertujuan mencapai kesepakatan yang menjamin gencatan senjata, penarikan penuh pasukan Israel, dan pengiriman bantuan tanpa batas—sehingga rakyat Palestina dapat memulai rekonstruksi dan hidup bermartabat—dengan imbalan pembebasan bersama para tahanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved