Imam Masjid Belanda Diskors setelah Bertemu Presiden Israel di Yerusalem
Rabu, 09 Juli 2025 - 12:50 WIB
loading...
Presiden Israel Isaac Herzog (keempat dari kiri) bertemu Imam Belanda Youssef Msibih (kelima dari kiri) dan delegasi lainnya di Yerusalem pada 7 Juli 2025. Foto/X
A
A
A
YERUSALEM - Seorang imam Belanda diskors dari masjidnya setelah bertemu Presiden Israel Isaac Herzog sebagai bagian dari delegasi tokoh Muslim dari Eropa yang mengunjungi negara penjajah itu. Youssef Msibih adalah imam di Masjid Bilal di kota Alkmaar, Belanda utara.
Youssef Msibih termasuk di antara 15 pendakwah Muslim yang bertemu Herzog di Yerusalem pada hari Senin (7/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Msibih menyanyikan satu lagu yang menafsirkan ulang lagu kebangsaan Israel dalam bahasa Arab.
Masjid Bilal mengumumkan pada Selasa pagi bahwa Masbeh telah diskors "dengan segera".
"Menyusul pernyataan politik baru-baru ini dari imam tersebut, dewan telah memutuskan menskorsnya dengan segera," tegas pihak masjid dalam pernyataan yang diunggah di Instagram.
Pihak masjid menegaskan, "Sampai saat ini, lembaga tersebut tidak memiliki hubungan apa pun dengannya."
Kunjungan tersebut diselenggarakan Elnet, LSM yang berupaya memperkuat hubungan antara Israel dan Eropa.
Pada hari Senin, rombongan tersebut mengunjungi parlemen Israel, serta situs-situs Muslim, Kristen, dan Yahudi yang terletak di Kota Tua di Yerusalem Timur yang diduduki.
Di akhir pekan, mereka akan mengunjungi Yad Vashem, pusat peringatan Holocaust, bertemu dengan juru bicara militer Israel untuk wilayah Arab, Avichay Adraee, dan mengunjungi lokasi jatuhnya rudal balistik Iran di Tel Aviv.
Kelompok tersebut juga akan mengunjungi keluarga Badui Palestina yang ditawan di Gaza, serta anggota komunitas Druze Suriah di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, yang keluarganya tewas diduga akibat tembakan roket Hizbullah.
“Kita semua adalah keturunan Abraham, dan saya percaya kemajuan bersejarah di wilayah kita adalah kemajuan dialog – antara Muslim dan Yahudi, serta antara Yahudi dan Muslim,” ujar Herzog kepada rombongan tersebut di Yerusalem pada hari Senin.
Herzog dikritik secara luas pada Oktober 2023 karena berpidato dengan pernyataan, "Seluruh bangsa di luar sanalah yang bertanggung jawab. Retorika tentang warga sipil yang tidak sadar, tidak terlibat—itu tidak benar. Mereka seharusnya bisa bangkit, melawan rezim jahat itu."
Pidato tersebut dianggap meminta pertanggungjawaban kolektif warga sipil di Gaza atas tindakan Hamas.
Komentar tersebut dikutip oleh Afrika Selatan dalam kasusnya pada Januari tahun lalu di Mahkamah Internasional yang menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina.
Dipimpin Seorang Imam Prancis yang Kontroversial
Delegasi Muslim Eropa tersebut terdiri dari tokoh-tokoh dari Italia, Belgia, Belanda, Inggris, dan Prancis.
Aksi ini dipimpin Hassen Chalghoumi, seorang imam Prancis yang kontroversial.
“Apa yang telah kita saksikan sejak 7 Oktober bukan sekadar konflik antara Israel dan Hamas, atau antara Israel dan Hizbullah - yang disebut ‘Partai Setan’,” ujar Chalghoumi kepada Herzog.
Chalghoumi adalah imam Masjid Drancy di Seine-Saint-Denis, di pinggiran kota Paris. Ulama kelahiran Tunisia ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan kelompok-kelompok Israel, dan pada tahun 2019 mengunjungi Tepi Barat yang diduduki atas undangan para pemukim Israel.
Awal tahun ini, ia secara terbuka menyerukan agar seorang anggota parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, Rima Hassan, dicabut kewarganegaraan Prancisnya, dengan tuduhan mendukung terorisme.
Hassan menyebut imam tersebut "tidak sah mewakili umat Islam di Prancis", dan menambahkan, "Sudah saatnya umat Islam Prancis menyingkirkan Anda atas semua kerugian yang telah Anda timbulkan kepada mereka".
Noor Dahri, pendiri organisasi Teologi Islam Kontra Terorisme yang berbasis di Inggris, juga turut serta dalam delegasi ke Israel tersebut.
Dahri adalah kontributor tetap untuk Times of Israel, dan anggota lembaga pemikir sayap kanan Henry Jackson Society.
Ia mengunggah beberapa foto perjalanannya di X, termasuk mengunjungi Masjid Al-Aqsa dan Tembok Barat di Yerusalem.
Ali El-Darja, keturunan Maroko yang tinggal di Turin, Italia, juga termasuk di antara para delegasi.
"Saya sudah menunaikan ibadah haji ke Mekah dan Madinah di Arab Saudi, dan saya sedang menunggu untuk datang ke Yerusalem," ujar El Aarja kepada Times of Israel.
Baca juga: AS Bangun Pangkalan Udara dan Gudang Amunisi Baru di Israel
Youssef Msibih termasuk di antara 15 pendakwah Muslim yang bertemu Herzog di Yerusalem pada hari Senin (7/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Msibih menyanyikan satu lagu yang menafsirkan ulang lagu kebangsaan Israel dalam bahasa Arab.
Masjid Bilal mengumumkan pada Selasa pagi bahwa Masbeh telah diskors "dengan segera".
"Menyusul pernyataan politik baru-baru ini dari imam tersebut, dewan telah memutuskan menskorsnya dengan segera," tegas pihak masjid dalam pernyataan yang diunggah di Instagram.
Pihak masjid menegaskan, "Sampai saat ini, lembaga tersebut tidak memiliki hubungan apa pun dengannya."
Kunjungan tersebut diselenggarakan Elnet, LSM yang berupaya memperkuat hubungan antara Israel dan Eropa.
Pada hari Senin, rombongan tersebut mengunjungi parlemen Israel, serta situs-situs Muslim, Kristen, dan Yahudi yang terletak di Kota Tua di Yerusalem Timur yang diduduki.
Di akhir pekan, mereka akan mengunjungi Yad Vashem, pusat peringatan Holocaust, bertemu dengan juru bicara militer Israel untuk wilayah Arab, Avichay Adraee, dan mengunjungi lokasi jatuhnya rudal balistik Iran di Tel Aviv.
Kelompok tersebut juga akan mengunjungi keluarga Badui Palestina yang ditawan di Gaza, serta anggota komunitas Druze Suriah di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, yang keluarganya tewas diduga akibat tembakan roket Hizbullah.
“Kita semua adalah keturunan Abraham, dan saya percaya kemajuan bersejarah di wilayah kita adalah kemajuan dialog – antara Muslim dan Yahudi, serta antara Yahudi dan Muslim,” ujar Herzog kepada rombongan tersebut di Yerusalem pada hari Senin.
Herzog dikritik secara luas pada Oktober 2023 karena berpidato dengan pernyataan, "Seluruh bangsa di luar sanalah yang bertanggung jawab. Retorika tentang warga sipil yang tidak sadar, tidak terlibat—itu tidak benar. Mereka seharusnya bisa bangkit, melawan rezim jahat itu."
Pidato tersebut dianggap meminta pertanggungjawaban kolektif warga sipil di Gaza atas tindakan Hamas.
Komentar tersebut dikutip oleh Afrika Selatan dalam kasusnya pada Januari tahun lalu di Mahkamah Internasional yang menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina.
Dipimpin Seorang Imam Prancis yang Kontroversial
Delegasi Muslim Eropa tersebut terdiri dari tokoh-tokoh dari Italia, Belgia, Belanda, Inggris, dan Prancis.Aksi ini dipimpin Hassen Chalghoumi, seorang imam Prancis yang kontroversial.
“Apa yang telah kita saksikan sejak 7 Oktober bukan sekadar konflik antara Israel dan Hamas, atau antara Israel dan Hizbullah - yang disebut ‘Partai Setan’,” ujar Chalghoumi kepada Herzog.
Chalghoumi adalah imam Masjid Drancy di Seine-Saint-Denis, di pinggiran kota Paris. Ulama kelahiran Tunisia ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan kelompok-kelompok Israel, dan pada tahun 2019 mengunjungi Tepi Barat yang diduduki atas undangan para pemukim Israel.
Awal tahun ini, ia secara terbuka menyerukan agar seorang anggota parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, Rima Hassan, dicabut kewarganegaraan Prancisnya, dengan tuduhan mendukung terorisme.
Hassan menyebut imam tersebut "tidak sah mewakili umat Islam di Prancis", dan menambahkan, "Sudah saatnya umat Islam Prancis menyingkirkan Anda atas semua kerugian yang telah Anda timbulkan kepada mereka".
Noor Dahri, pendiri organisasi Teologi Islam Kontra Terorisme yang berbasis di Inggris, juga turut serta dalam delegasi ke Israel tersebut.
Dahri adalah kontributor tetap untuk Times of Israel, dan anggota lembaga pemikir sayap kanan Henry Jackson Society.
Ia mengunggah beberapa foto perjalanannya di X, termasuk mengunjungi Masjid Al-Aqsa dan Tembok Barat di Yerusalem.
Ali El-Darja, keturunan Maroko yang tinggal di Turin, Italia, juga termasuk di antara para delegasi.
"Saya sudah menunaikan ibadah haji ke Mekah dan Madinah di Arab Saudi, dan saya sedang menunggu untuk datang ke Yerusalem," ujar El Aarja kepada Times of Israel.
Baca juga: AS Bangun Pangkalan Udara dan Gudang Amunisi Baru di Israel
(sya)
Lihat Juga :