Wanita Ini di Balik Penciptaan GBU-57, Bom AS yang Menembus Situs Nuklir Iran

Selasa, 08 Juli 2025 - 12:32 WIB
loading...
A A A
Setelah serangan 9/11, Duong memimpin hampir 100 ilmuwan dalam program kilat untuk mengembangkan bahan peledak termobarik pertama Amerika yang dapat menghancurkan bunker. Karyanya tidak hanya terbatas pada bom: sejak 2002, dia menjabat sebagai Direktur Sains dan Teknologi di Naval Surface Warfare Center, yang membentuk masa depan pengembangan senjata.

Sejak 2009, dia telah memimpin Divisi Keamanan Perbatasan dan Maritim dari Direktorat Sains dan Teknologi Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang menerapkan keahliannya pada tantangan keamanan nasional.

"Saya Benci Perang"


Terlepas dari kontribusinya, Duong tetap rendah hati dan berkomitmen pada perdamaian. “Saya benci perang,” katanya kepada The Washington Post. “Saya membuat senjata sebagai pencegah," katanya lagi.

Misi hidupnya sangat pribadi: “Saya di sini karena di Vietnam, kami kehabisan peluru. Saya tidak ingin berada di posisi itu lagi.”

Perjalanan Nguyet Anh Duong—dari seorang pengungsi yang melarikan diri dari perang hingga menjadi seorang ilmuwan perintis yang membentuk pertahanan Amerika—mewujudkan ketahanan, kecerdikan, dan dedikasi.

Bom termobarik buatannya telah mengubah strategi militer, menyediakan alat yang ampuh untuk melindungi tentara dan sekaligus menghalau musuh.

Seperti yang dikatakan Duong sendiri, "Begitu bom dibuat, cara penggunaannya berada di luar kendali saya. Anda harus percaya pada kepemimpinan kami."

Keyakinannya berakar pada pengabdian seumur hidup, pengorbanan, dan harapan bahwa pekerjaannya membantu menjaga perdamaian melalui kekuatan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved