Wanita Ini di Balik Penciptaan GBU-57, Bom AS yang Menembus Situs Nuklir Iran

Selasa, 08 Juli 2025 - 12:32 WIB
loading...
Wanita Ini di Balik...
Nguyet Anh Duong, ilmuwan Vietnam-AS yang menciptakan bom GBU-57. Bom inilah yang menembus situs nuklir Fordow dan Natanz di Iran pada bulan lalu. Foto/Departemen Pertahanan AS/Graphic News
A A A
WASHINGTON - Nguyet Anh Duong, nama ilmuwan Vietnam-Amerika Serikat (AS) ini. Ibu empat anak yang dijuluki "Lady Bomb" inilah sosok di balik penciptaan senjata-senjata terkuat Amerika, termasuk bom GBU-57 yang menembus situs-situs nuklir Iran bulan lalu.

Kisah pengungsi yang berubah menjadi ilmuwan revolusioner ini adalah kisah tentang ketahanan, inovasi, dan rasa terima kasih yang mendalam kepada negara yang memberinya perlindungan.

Lahir di Saigon pada tahun 1960, kehidupan awal Anh Duong dibentuk oleh kekacauan Perang Vietnam.

Beberapa hari sebelum Kejatuhan Saigon pada bulan April 1975, keluarganya meninggalkan negara itu, menjadi bagian dari gelombang mengerikan "manusia perahu" Vietnam, setelah tinggal di kamp pemrosesan pengungsi di provinsi Bataan, sebelah utara Manila.

Baca Juga: China Pasok Sistem Rudal ke Iran setelah Perang dengan Israel Mereda

Menetap di kehidupan baru, Duong mengejar gelar ganda di bidang Teknik Kimia dan Ilmu Komputer di University of Maryland, College Park, yang meletakkan dasar bagi karier yang akan mengubah peperangan modern.

Pada tahun 1983, dia mulai bekerja sebagai insinyur kimia di Indian Head Naval Surface Weapons Center.

Kelahiran Bom Termobarik


Selama dua dekade berikutnya, Duong mengelola dan memimpin program pengembangan bahan peledak canggih dan senjata bawah laut, yang akhirnya mempelopori tim yang menciptakan apa yang disebut "bom termobarik"—senjata yang mampu menghasilkan ledakan dahsyat dan berkelanjutan di ruang terbatas seperti gua dan bunker.

Bom termobarik, terkadang disebut "bahan peledak bahan bakar-udara", bekerja dengan menyebarkan awan bahan bakar yang menyala dan menciptakan gelombang ledakan bersuhu tinggi, menghabiskan oksigen, dan menghasilkan tekanan ekstrem.

Hal ini membuatnya sangat efektif terhadap terowongan bawah tanah dan bunker—tempat-tempat yang sulit dijangkau bahan peledak tradisional.

Kepemimpinan Duong sangat penting dalam mengembangkan senjata ini dengan cepat untuk Angkatan Udara AS hanya dalam 67 hari, suatu prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved