Pakar: Rusia Serang NATO Bersamaan dengan China Invasi Taiwan Masuk Akal

Selasa, 08 Juli 2025 - 11:06 WIB
loading...
A A A
Para pakar telah lama memperingatkan bahwa China mengamati dengan saksama invasi Rusia ke Ukraina untuk mengambil pelajaran dari potensi invasi ke Taiwan. Namun, minat tersebut tidak terbatas pada bidang militer.

"China mengamati dengan saksama respons Barat terhadap tindakan Rusia dan melihat peluang bagi dirinya sendiri di tengah potensi keretakan persatuan transatlantik," kata Butyrska.

Menggarisbawahi sifat simbiosis hubungan Rusia-China, invasi China ke Taiwan juga dapat memberikan keuntungan bagi Moskow.

"Rusia tidak memerlukan permintaan dari China untuk tetap menduduki NATO; Rusia kemungkinan besar akan memanfaatkan invasi Taiwan dengan melakukan semacam agresi lebih lanjut di Eropa," kata Dan Hamilton, seorang peneliti senior nonresiden di Brookings Institution, kepada Kyiv Independent.

Pejabat Ukraina dan Barat telah membunyikan alarm bahwa serangan Rusia terhadap wilayah NATO—misalnya, di Baltik—merupakan skenario yang semakin masuk akal.

Camille Grand, seorang pakar keamanan dan NATO di European Council on Foreign Relations, setuju bahwa jika terjadi krisis besar di Asia, Federasi Rusia mungkin memang mencoba memanfaatkan AS yang berfokus pada kemungkinan Taiwan untuk menguji NATO dan semakin menantang keamanan Eropa.

Bahkan suara-suara yang lebih berhati-hati pun tidak mengesampingkan kemungkinan koordinasi antara China dan Rusia jika terjadi serangan terhadap Taiwan.

Jan Svec, seorang peneliti China di Institute of International Relations yang berpusat di Praha, mencatat bahwa skenario ideal bagi Beijing adalah merebut pulau itu dengan cara nonmiliter tanpa memicu konflik yang lebih luas dengan Barat.

"Namun jika situasi meningkat dan pemerintah China memutuskan untuk melakukan invasi militer (yang merupakan pilihan yang kurang mungkin tetapi juga memungkinkan), maka masuk akal untuk berkoordinasi dengan Rusia," katanya kepada Kyiv Independent.

NATO Ketahuan "Membocorkan Rahasia"


Putin dan Xi tidak malu-malu tentang tujuan akhir dari "kemitraan tanpa batas" mereka—menantang dominasi AS dan Barat di panggung global.

Kejelasan seperti itu tampaknya kurang di kubu NATO. Strategi Presiden AS Donald Trump untuk menciptakan perpecahan antara Moskow dan Beijing dengan melakukan pendekatan ke Rusia telah disambut dengan skeptisisme dari para pakar.

Trump juga telah mengisyaratkan rencana untuk mengurangi kehadiran militer AS di Eropa sambil mendesak mitra Eropa untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas keamanan mereka sendiri, yang memungkinkan Washington untuk mengalihkan fokus ke kawasan Indo-Pasifik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved