Trump Tak Senang dengan Putin: AS Akan Kirim Lebih Banyak Senjata ke Ukraina!

Selasa, 08 Juli 2025 - 09:10 WIB
loading...
Trump Tak Senang dengan...
Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika akan mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia. Foto/US Air Force
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakanWashingtonakan mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina dengan alasan kondisi Ukraina sekarang sedang terpukul oleh invasi Rusia. Pemimpin Amerika itu juga terang-terangan menyatakan tidak senang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Komentar Trump bertentangan dengan pengumuman sebelumnya dari Gedung Putih bahwa Washington menghentikan beberapa pengiriman senjata yang telah dijanjikan era Presiden Joe Biden.

"Kita harus mengirim lebih banyak senjata—terutama senjata pertahanan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Senin, sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga: Trump Bilang Ukraina Butuh Rudal Patriot AS untuk Melawan Rusia

"Mereka sangat, sangat terpukul," katanya tentang Ukraina, sambil mengatakan bahwa dia "tidak senang" dengan Presiden Putin.

Putin meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022 dan telah menunjukkan sedikit keinginan untuk mengakhiri perang meskipun ada tekanan dari Trump.

Ukraina sedang berjuang melawan beberapa serangan rudal dan pesawat nirawak terbesar Rusia dalam perang tiga tahun, dan penghentian penyediaan amunisi menimbulkan tantangan yang berpotensi serius bagi Kyiv.

Di bawah mantan presiden Joe Biden, Washington berkomitmen untuk memberikan lebih dari USD65 miliar dalam bentuk bantuan militer ke Ukraina.

Tetapi Trump—yang lama skeptis terhadap bantuan untuk Ukraina—belum mengikuti langkahnya, tidak mengumumkan paket bantuan militer baru untuk Kyiv sejak dia menjabat pada bulan Januari tahun ini.

Pada akhir pekan lalu, Trump mengatakan Ukraina membutuhkan rudal Patriot untuk pertahanan dalam melawan invasi Rusia.

Trump mengatakan kepada wartawan di atas Air Force One bahwa dia melakukan panggilan telepon yang baik dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Jumat, mengulangi bahwa dia "sangat tidak senang" tentang panggilan teleponnya dengan Putin sehari sebelumnya, mengingat apa yang disebutnya penolakan pemimpin Rusia untuk mengusahakan gencatan senjata.

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan setuju untuk memasok lebih banyak rudal Patriot ke Ukraina, seperti yang diminta oleh Zelensky, Trump berkata: "Mereka akan membutuhkannya untuk pertahanan...Mereka akan membutuhkan sesuatu karena mereka sedang dilanda cukup keras."

Trump memuji keampuhan rudal Patriot, menyebut senjata itu "cukup menakjubkan."

Saat ditanya tentang prospek gencatan senjata, Trump berkata, "Ini situasi yang sangat sulit... Saya sangat tidak senang dengan panggilan telepon saya dengan Presiden Putin. Dia ingin bertindak keras, terus membunuh orang-itu tidak baik."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved