Prancis Tuduh China Coba Gagalkan Penjualan Jet Tempur Rafale Secara Global, Sebut Indonesia
Senin, 07 Juli 2025 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
India Mengonfirmasi Kerugian
Pakistan mengatakan Angkatan Udara-nya menembak jatuh lima pesawat India selama pertempuran, termasuk tiga Rafale. Pejabat Prancis mengatakan hal itu memicu pertanyaan tentang kinerja mereka dari negara-negara yang telah membeli jet tempur tersebut dari produsen Prancis; Dassault Aviation.
India mengakui kerugian pesawat tetapi tidak mengatakan berapa jumlahnya. Kepala Angkatan Udara Prancis Jenderal Jerome Bellanger mengatakan dia telah melihat bukti yang menunjukkan hanya tiga kerugian pesawat—Rafale, Sukhoi buatan Rusia, dan Mirage 2000, yang merupakan jet generasi awal buatan Prancis.
Itu adalah kerugian tempur pertama Rafale yang diketahui, yang dijual Prancis ke delapan negara. "Tentu saja, semua negara yang membeli Rafale bertanya pada diri mereka sendiri," kata Bellanger.
Pejabat Prancis telah berjuang untuk melindungi pesawat dari kerusakan reputasi, melawan apa yang mereka duga sebagai kampanye terpadu untuk mencela Rafale dan disinformasi daring dari Pakistan dan sekutunya, China.
Mereka mengatakan kampanye tersebut mencakup unggahan viral di media sosial, gambar yang dimanipulasi yang memperlihatkan puing-puing Rafale, konten yang dibuat oleh AI, dan penggambaran video game untuk mensimulasikan pertempuran.
Lebih dari 1.000 akun media sosial yang baru dibuat saat bentrokan India-Pakistan pecah juga menyebarkan narasi tentang keunggulan teknologi China, menurut peneliti Prancis yang mengkhususkan diri dalam disinformasi daring.
Klaim Versi Prancis
Para pejabat militer di Prancis mengatakan mereka belum dapat menghubungkan penghinaan daring terhadap Rafale secara langsung dengan pemerintah China.
Lihat Juga :