Hamas: Israel Gunakan Situs Bantuan Gaza untuk Rekrut Kolaborator

Jum'at, 04 Juli 2025 - 21:01 WIB
loading...
Hamas: Israel Gunakan...
Warga membawa bantuan di Gaza. Foto/qnn
A A A
GAZA - Israel menggunakan situs distribusi bantuan di Jalur Gaza untuk merekrut dan bertemu dengan kolaborator. Seorang pejabat keamanan Hamas mengatakan hal itu kepada Al-Jazeera.

Pejabat itu juga dilaporkan mencatat narkoba digunakan untuk memikat kaum muda agar menjadi kolaborator dan menugaskan tugas intelijen kepada mereka.

“Kami telah menggagalkan upaya penyelundupan peralatan mata-mata dan telepon modern kepada kolaborator untuk melaksanakan misi keamanan yang berbahaya,” ungkap pejabat Hamas itu.

Ia mengatakan skema bantuan Israel yang didukung AS menyebarkan kekacauan, menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat yang meningkatkan penderitaan penduduk.

Skema itu juga memungkinkan munculnya geng kriminal dan mengganggu keamanan di daerah kantong itu.

Pejabat itu meminta beberapa perusahaan lokal untuk “menahan diri dari keterlibatan dalam rencana pendudukan dan melegitimasi kejahatannya.”

Dua Kelompok Milisi Lagi


Pada hari Kamis, surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan dua kelompok bersenjata tengah beroperasi melawan Hamas di Jalur Gaza utara dan selatan, selain geng Yasser Abu Shabab yang beroperasi di Rafah di selatan, menurut Al-Jazeera.

Artikel yang dimuat di situs berita Ynet tersebut menyatakan bulan lalu, sumber Otoritas Palestina mengatakan kepada Ynet bahwa "mereka memperkirakan dua milisi tambahan" akan beroperasi di Gaza dalam waktu dekat.

Laporan tersebut menyatakan pada hari Rabu, sumber mengonfirmasi tentara Israel baru-baru ini mulai bekerja sama dengan dua kelompok bersenjata.

“Kelompok-kelompok ini dibayar oleh Otoritas Palestina," demikian pernyataan laporan tersebut.

Ultimatum untuk Abu Shabab


Pada hari Rabu, Pengadilan Revolusioner Gaza menuntut agar Abu Shabab menyerahkan diri dalam waktu sepuluh hari atau diadili secara in absentia.

Ia didakwa dengan pengkhianatan, membentuk geng bersenjata, dan pemberontakan bersenjata.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan Israel berupaya mengendalikan distribusi bantuan melalui "lembaga mencurigakan yang melayani kebijakan dan tujuannya," menurut Al Jazeera.

Hamas juga mengatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa pemandangan ribuan orang bergegas ke pusat distribusi bantuan, disertai dengan penembakan warga sipil, mengonfirmasi tanpa keraguan sedikit pun kegagalan mekanisme bantuan yang "meragukan" tersebut.

Dikatakan bahwa skema bantuan tersebut telah menjadi perangkap yang membahayakan nyawa warga sipil dan dieksploitasi untuk memaksakan kontrol keamanan atas Jalur Gaza dengan kedok bantuan.

Hamas menekankan rencana bantuan tersebut secara khusus dirancang untuk meminggirkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badannya, dan bertujuan memajukan tujuan politik dan militer pendudukan serta mengendalikan individu, bukan untuk membantu mereka, Al Jazeera melaporkan.

Baca juga: Ambisi Trump untuk Golden Dome Picu Peningkatan 4 Kali Lipat Akuisisi Rudal Patriot
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved