Aliansi QUAD Pimpinan AS Desak Korut Lucuti Senjata Nuklir, Rezim Kim Jong-un Marah
Jum'at, 04 Juli 2025 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Min berpendapat bahwa fokus strategis AS sejalan dengan pandangan bahwa China adalah ancaman utama dan ditujukan pada kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan, bukan hanya pada Korea Utara.
“Meskipun AS menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya, menerapkan tekanan serupa kepada Korea Utara mungkin konsisten dalam konteks itu, tetapi sulit untuk melihat Korea Utara sebagai fokus utama upaya tekanan AS," paparnya.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menekankan bahwa China, bukan Korea Utara, merupakan ancaman terbesar bagi kepentingan AS di kawasan tersebut, dengan para pejabat menyampaikan rencana untuk mengalihkan misi Pasukan AS di Korea (USFK) untuk melawan Beijing.
Bulan lalu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce juga menegaskan kembali komitmennya untuk denuklirisasi penuh DPRK setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran.
Sebelumnya pada bulan Juni, NK News melaporkan bahwa diplomat Korea Utara di markas besar PBB di New York telah berulang kali menolak untuk menerima surat dari Trump kepada Kim Jong-un yang dimaksudkan untuk memulai kembali dialog.
Trump melabeli Korea Utara sebagai “kekuatan nuklir” hanya beberapa jam setelah diambil sumpah jabatannya, yang menandakan kemungkinan adanya perubahan dalam cara pemerintah memandang DPRK.
“Meskipun AS menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya, menerapkan tekanan serupa kepada Korea Utara mungkin konsisten dalam konteks itu, tetapi sulit untuk melihat Korea Utara sebagai fokus utama upaya tekanan AS," paparnya.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menekankan bahwa China, bukan Korea Utara, merupakan ancaman terbesar bagi kepentingan AS di kawasan tersebut, dengan para pejabat menyampaikan rencana untuk mengalihkan misi Pasukan AS di Korea (USFK) untuk melawan Beijing.
Bulan lalu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce juga menegaskan kembali komitmennya untuk denuklirisasi penuh DPRK setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran.
Sebelumnya pada bulan Juni, NK News melaporkan bahwa diplomat Korea Utara di markas besar PBB di New York telah berulang kali menolak untuk menerima surat dari Trump kepada Kim Jong-un yang dimaksudkan untuk memulai kembali dialog.
Trump melabeli Korea Utara sebagai “kekuatan nuklir” hanya beberapa jam setelah diambil sumpah jabatannya, yang menandakan kemungkinan adanya perubahan dalam cara pemerintah memandang DPRK.
(mas)
Lihat Juga :