Aliansi QUAD Pimpinan AS Desak Korut Lucuti Senjata Nuklir, Rezim Kim Jong-un Marah
Jum'at, 04 Juli 2025 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, pada Selasa lalu, para menteri luar negeri dari aliansi QUAD mengecam program nuklir dan rudal Korea Utara dan menegaskan kembali dukungan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea.
“Kami mengecam peluncuran yang tidak stabil oleh Korea Utara dengan menggunakan teknologi rudal balistik dan pengejaran senjata nuklirnya yang terus-menerus yang melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR),” kata para menteri tersebut dalam pernyataan bersama setelah menggelar pertemuan di Washington.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali komitmen QUAD untuk denuklirisasi, mendesak Pyongyang untuk mematuhi semua kewajibannya berdasarkan UNSCR.
Keempat menteri luar negeri itu juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kegiatan pembiayaan ilegal Korea Utara, termasuk pencurian mata uang kripto dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, yang menurut mereka mendanai program senjata pemusnah massal dan rudal balistik rezim tersebut.
“Kami mendesak semua negara anggota PBB untuk mematuhi kewajiban internasional mereka berdasarkan UNSCR untuk menerapkan sanksi, termasuk larangan transfer ke Korea Utara atau pengadaan dari Korea Utara semua senjata dan materi terkait,” imbuh para menteri QUAD.
Kendati demikian, pernyataan bersama empat menteri luar negeri QUAD itu sebenarnya tidak menyebutkan nama Korea Utara secara langsung terkait desakan denuklirisasi.
“Meskipun Korea Utara mungkin bukan fokus utama saat ini, pencantumannya dalam pernyataan tersebut masih bermakna karena menegaskan kembali prinsip-prinsip dasar dan memungkinkan pemantauan berkelanjutan,” kata Min Tae-eun, seorang peneliti di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, kepada NK News.
“Kami mengecam peluncuran yang tidak stabil oleh Korea Utara dengan menggunakan teknologi rudal balistik dan pengejaran senjata nuklirnya yang terus-menerus yang melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR),” kata para menteri tersebut dalam pernyataan bersama setelah menggelar pertemuan di Washington.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali komitmen QUAD untuk denuklirisasi, mendesak Pyongyang untuk mematuhi semua kewajibannya berdasarkan UNSCR.
Keempat menteri luar negeri itu juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kegiatan pembiayaan ilegal Korea Utara, termasuk pencurian mata uang kripto dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, yang menurut mereka mendanai program senjata pemusnah massal dan rudal balistik rezim tersebut.
“Kami mendesak semua negara anggota PBB untuk mematuhi kewajiban internasional mereka berdasarkan UNSCR untuk menerapkan sanksi, termasuk larangan transfer ke Korea Utara atau pengadaan dari Korea Utara semua senjata dan materi terkait,” imbuh para menteri QUAD.
Kendati demikian, pernyataan bersama empat menteri luar negeri QUAD itu sebenarnya tidak menyebutkan nama Korea Utara secara langsung terkait desakan denuklirisasi.
“Meskipun Korea Utara mungkin bukan fokus utama saat ini, pencantumannya dalam pernyataan tersebut masih bermakna karena menegaskan kembali prinsip-prinsip dasar dan memungkinkan pemantauan berkelanjutan,” kata Min Tae-eun, seorang peneliti di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, kepada NK News.
Lihat Juga :