4 Fakta Pemerkosaan Jadi Senjata pada Perang di Kongo

Selasa, 01 Juli 2025 - 17:47 WIB
loading...
A A A
"Penggunaan pemerkosaan secara sistematis sebagai senjata perang tidak hanya merupakan pelanggaran hak asasi manusia, tetapi juga strategi yang disengaja untuk mengacaukan masyarakat," kata Amadou Bocoum, direktur negara DRC untuk Care International, kepada DW.

4. Makin Banyak Perang, Makin Banyak Perempuan Diperkosa

Care mencatat 67.000 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak perempuan dalam empat bulan pertama tahun 2025 — meningkat 38% dari tahun 2024.

"Karena pertempuran yang sedang berlangsung," kata Bocoum, "semakin banyak perempuan yang diserang dan diperkosa."

"Pada saat yang sama, pemerintah Amerika Serikat telah memangkas bantuan keuangan, yang biasanya sebesar 40%," kata Bocoum. "Kami tidak lagi memiliki persediaan obat darurat untuk mencegah infeksi HIV setelah pemerkosaan di pusat-pusat kesehatan kami."

Willermine Ntakebuka, koordinator organisasi hak-hak perempuan Vision Communautaire, berbicara tentang "angka-angka yang mengkhawatirkan" dalam laporan MSF. "Perang ini seharusnya sudah berakhir," kata Ntakebuka.

"Perang selama tiga puluh tahun sudah terlalu lama, dengan semua konsekuensi yang diderita oleh penduduk sipil, terutama perempuan dan anak perempuan. Perempuan seharusnya tidak harus membayar harga yang mahal akibat konflik bersenjata."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Israel Gugat New York...
Israel Gugat New York Times karena Ungkap Tentara Zionis Perkosa Tahanan Palestina Secara Brutal
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Siapa Marius Borg Hoiby?...
Siapa Marius Borg Hoiby? Putra Putri Mahkota Norwegia yang Jadi Terdakwa Kasus Pemerkosaan
17 Pria Dites DNA atas...
17 Pria Dites DNA atas Pemerkosaan Wanita hingga Hamil, tapi DNA Ayahnya yang Cocok
Pria Ini Membius dan...
Pria Ini Membius dan Memerkosa Mantan Istrinya Selama 13 Tahun, 5 Pria Lain Terlibat
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved