PM Thailand Paetongtarn Shinawatra Diberhentikan karena Kasus Kebocoran Panggilan Telepon dengan Hun Sen

Selasa, 01 Juli 2025 - 16:50 WIB
loading...
PM Thailand Paetongtarn...
Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra. Foto/X
A A A
BANGKOK - Mahkamah Konstitusi Thailand menangguhkan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya sambil menunggu penyelidikan etika atas kebocoran panggilan telepon dengan seorang pejabat senior Kamboja. Kasus ini menambah tekanan pada dinasti politik yang berkuasa di Thailand.

Pengadilan mengatakan mereka telah menerima petisi dari 36 senator, yang menuduh Paetongtarn tidak jujur dan melanggar standar etika, yang melanggar konstitusi, atas kebocoran percakapan telepon dengan mantan pemimpin berpengaruh Kamboja, Hun Sen.

Wakil Perdana Menteri Suriya Juangroongruangkit akan mengambil peran sementara, saat pengadilan memutuskan kasus terhadap Paetongtarn, yang memiliki waktu 15 hari untuk menanggapi.

Paetongtarn akan tetap berada di kabinet sebagai menteri kebudayaan baru setelah perombakan kabinet.

Kontroversi ini bermula dari panggilan telepon pada tanggal 15 Juni dengan mantan pemimpin berpengaruh Kamboja, Hun Sen, yang dimaksudkan untuk meredakan ketegangan perbatasan yang meningkat antara kedua negara tetangga.

Selama panggilan telepon tersebut, Paetongtarn, 38 tahun, menyebut Hun Sen sebagai "paman" dan mengkritik seorang komandan tentara Thailand, garis merah di negara tempat militer memiliki pengaruh yang signifikan.

Ia meminta maaf dan mengatakan pernyataannya merupakan taktik negosiasi.

Panggilan telepon yang bocor tersebut menyebabkan kemarahan dalam negeri dan telah membuat koalisi Paetongtarn memiliki mayoritas yang sangat tipis, dengan satu partai kunci meninggalkan aliansi dan diperkirakan akan segera mengajukan mosi tidak percaya di parlemen, karena kelompok-kelompok protes menuntut perdana menteri mengundurkan diri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Nyaris 2.300 Orang, AS Kirim 2.000 Tentara Bantu Cari Korban
Rekomendasi
Rahasia Mpok Atiek Tetap...
Rahasia Mpok Atiek Tetap Fit di Usia 70 Tahun, Rutin Olahraga hingga Positif Thinking
Brigjen Pol LMI Jadi...
Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Pengamat Apresiasi Sikap Tegas Polri
Polda Metro Jaya Optimistis...
Polda Metro Jaya Optimistis Praperadilan Roy Suryo Ditolak Hakim
Berita Terkini
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved