Rusia Nyatakan Bos Tentara Bayaran AS Teroris karena Ikut Perang Bela Ukraina
Selasa, 01 Juli 2025 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Namun, selama beberapa bulan terakhir, O'Leary semakin kritis terhadap militer Ukraina, menuduhnya memiliki kepemimpinan yang tidak kompeten dan menggunakan prajuritnya sebagai umpan meriam.
Awal bulan ini, kepala tentara bayaran itu mengeklaim bahwa dia telah membubarkan Chosen Company, dengan menyatakan bahwa dia tidak lagi bersedia untuk berpartisipasi dalam konflik tersebut.
Saat mengumumkan keputusan tersebut, O'Leary mengeklaim bahwa "memimpin orang untuk membantai tanpa alasan" konon bertentangan dengan "keyakinan dan nilai-nilainya".
Dia juga menuduh para petinggi militer Ukraina berperilaku seperti "kasta" yang memiliki hak istimewa, lebih mementingkan keuntungan mereka sendiri daripada hal lainnya.
O’Leary menyesalkan gaya komando Ukraina, dengan mengeklaim bahwa unit tersebut telah kehilangan lebih banyak orang karena “kepemimpinan yang buruk dan pemikiran Soviet” daripada karena tindakan langsung militer Rusia.
Awal bulan ini, kepala tentara bayaran itu mengeklaim bahwa dia telah membubarkan Chosen Company, dengan menyatakan bahwa dia tidak lagi bersedia untuk berpartisipasi dalam konflik tersebut.
Saat mengumumkan keputusan tersebut, O'Leary mengeklaim bahwa "memimpin orang untuk membantai tanpa alasan" konon bertentangan dengan "keyakinan dan nilai-nilainya".
Dia juga menuduh para petinggi militer Ukraina berperilaku seperti "kasta" yang memiliki hak istimewa, lebih mementingkan keuntungan mereka sendiri daripada hal lainnya.
O’Leary menyesalkan gaya komando Ukraina, dengan mengeklaim bahwa unit tersebut telah kehilangan lebih banyak orang karena “kepemimpinan yang buruk dan pemikiran Soviet” daripada karena tindakan langsung militer Rusia.
(mas)
Lihat Juga :