Iran Sudah Tahu Titik Lemah Israel, Perang Berikutnya Bakal Akhiri Rezim Zionis

Selasa, 01 Juli 2025 - 07:03 WIB
loading...
Iran Sudah Tahu Titik...
Rudal-rudal Iran menyerang Israel selama perang 12 hari. Iran sudah tahu kelemahan Israel dan perang berikutnya akan mengakhiri rezim Zionis Israel. Foto/NDTV
A A A
TEHERAN - Perang Iran-Israel berikutnya akan menjadi akhir bagi rezim Zionis karena Teheran sekarang memahami titik lemah musuh bebuyutannya. Itu diungkap sumber internal Republik Islam Iran kepada Russia Today.

Sumber itujuga mengeklaim bahwa Iran masih memiliki banyak rudal canggih dalam persediaannya, yang dapat menembus pertahanan udara Israel.

Israel menyerang Iran pada 13 Juni, menuduh bahwa Teheran hampir menyelesaikan pembuatan bom nuklir. Selain menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran, serangan udara Israel tersebut menewaskan ratusan orang dan sejumlah komandan militer senior serta ilmuwan yang diduga terlibat dalam program nuklir.

Baca Juga: Iran Ledek Habis Israel: Tak Punya Pilihan Selain Lari ke Papa Amerika

Pada 22 Juni, Amerika Serikat (AS) bergabung dalam kampanye pengeboman Israel dengan menyerang tiga situs nuklir Iran, yakni fasilitas pengayaan uranium Natanz, Fordow, dan Isfahan.

Teheran, yang menyangkal memiliki program nuklir militer, membalas dengan serangkaian serangan pesawat nirawak dan rudal kamikaze, yang menyerang wilayah Israel dan Pangkalan Udara Al Udeid Qatar yang dioperasikan militer AS.

Perang 12 hari itu berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi AS, yang sejauh ini masih berlaku.

Seorang sumber informasi di Teheran menghubungi Russia Today pada hari Senin, mengatakan: “Perang Iran berikutnya dengan Israel akan menjadi perang terakhir [rezim Zionis].”

Sumber yang tidak disebutkan namanya itu menyatakan bahwa selama eskalasi terakhir dengan Israel, Iran telah menemukan titik lemah rezim Zionis Israel.

Menurutnya, Republik Islam Iran masih memiliki puluhan ribu rudal generasi baru, dan akan menembakkan sedikitnya ratusan rudal ke Israel setiap hari jika terjadi konfrontasi militer baru.

Menurut sumber tersebut, otoritas Iran memiliki dukungan sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya dari penduduk di dalam negeri, serta warga Iran yang tinggal di luar negeri, untuk menggunakan kesempatan bersejarah untuk menetralkan ancaman rezim Israel secara permanen.

Sumber itu bersikeras bahwa meskipun para pemimpin Republik Islam Iran sangat menyadari fakta bahwa AS kemungkinan akan datang untuk menyelamatkan Israel, jika sekali lagi terlibat dengan Iran secara militer, Teheran akan mengatasi tantangan ini.

Mengomentari serangan balasan Iran terhadap Israel dan AS, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengeklaim bahwa respons militer Teheran telah secara praktis melumpuhkan dan menghancurkan Israel. "Rezim Zionis akan hancur total, jika bukan karena intervensi AS," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan serangan lebih lanjut jika Washington menyimpulkan bahwa Iran terus melanjutkan program nuklirnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga tidak mengesampingkan kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap Iran.

Sementara itu, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini mengatakan Iran akan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap tindakan bodoh Israel, dan menekankan bahwa rezim Tel Aviv tidak mampu memahami kekuatan bangsa Iran dalam mendukung Republik Islam di masa perang.

“Mereka mencoba menakut-nakuti kami dengan ancaman perang. Menuduh suatu lembaga yang takut perang, suatu lembaga yang menikmati dukungan rakyat, militer, dan kuat, hanya berasal dari kesalahan perhitungan yang berulang-ulang oleh musuh yang gagal memahami kekuatan bangsa Iran dalam mendukung Republik Islam di masa perang,” tegasnya, seperti dikutip CNN, Selasa (1/7/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Berita Terkini
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved