Politisi Perkosa Wanita Hindu Secara Brutal, Protes Besar-besaran Guncang Bangladesh

Senin, 30 Juni 2025 - 13:52 WIB
loading...
Politisi Perkosa Wanita...
Protes besar-besaran guncang Bangladesh setelah seorang politisi lokal memerkosa wanita Hindu secara brutal. Foto/NDTV
A A A
DHAKA - Seorang politisi Bangladesh telah memerkosa wanita Hindu secara brutal dan video serangan tersebut viral di media sosial. Kasus ini memicu protes kemarahan besar-besaran pada hari Minggu.

Kasus ini menyeret empat tersangka lainnya, yang dituduh sebagai penyebar video.

Di ibu kota, mahasiswa dari Universitas Dhaka mengorganisir protes besar-besaran dan memadati jalan, menuntut "tindakan langsung" terhadap para tersangka.

Korban yang berusia 21 diserang politisi lokal di rumah orang tuanya di distrik Cumilla pada 26 Juni.

Baca Juga: Negara Ini Kembali Larang Rakyatnya Kunjungi Israel, Marah atas Pembantaian di Gaza

Kasus ini terungkap hanya setelah video korban—yang ditelanjangi dan diserang secara brutal—menjadi viral di media sosial, di mana dia terlihat memohon kepada penyerangnya.

Sejauh ini, polisi telah menangkap lima orang, termasuk tersangka utama—Fazor Ali (36) tahun—yang merupakan politisi lokal, terkait dengan kasus tersebut.

Kepala polisi distrik Cumilla, Nazir Ahmed Khan, mengatakan tersangka utama ditangkap dalam penggerebekan dini hari di daerah Sayedabad, Dhaka, dan empat orang lainnya ditangkap karena menyebarkan video dan identitas wanita tersebut di media sosial.

Menurut polisi, suami korban bekerja di Dubai. Korban sedang mengunjungi rumah pihak ayah korban di subdistrik Muradnagar, Culimma, bersama anak-anaknya untuk menghadiri festival lokal, Hari Seva.

Pada 26 Juni, Ali, seorang politisi asal desa Ramchandrapur Pachkitta, diduga masuk ke rumah tersebut sekitar pukul 22.00 malam dan menyerang korban.

Warga setempat menangkap dan memukuli Ali. Namun, mereka membawanya ke rumah sakit alih-alih menyerahkannya ke polisi. Tersangka diduga melarikan diri dari rumah sakit.

Beberapa laporan media menyatakan bahwa tindakan polisi dilakukan hanya setelah video tersebut menjadi viral.

Protes Nasional Guncang Bangladesh


Mahasiswa Universitas Dhaka menggelar protes kemarahan di kampus untuk mengutuk pemerkosaan tersebut sementara warga asrama Jagannath Hall, yang diperuntukkan bagi mahasiswa komunitas minoritas, melakukan prosesi menuntut keadilan.

Sekretaris Jenderal Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) milik mantan perdana menteri Khaleda Zia, Mirza Fakhrul Islam Alamgir, menuntut tindakan hukuman yang patut terhadap para pelaku, sebagaimana dikutip NDTV, Senin (30/6/2025).

Sementara itu, Pengadilan Tinggi mengeluarkan arahan yang meminta pihak berwenang untuk segera menghapus video penyerangan yang menjadi viral di media sosial pada hari Sabtu.

Majelis hakim yang terdiri dari dua hakim juga meminta pihak berwenang terkait untuk memastikan keamanan korban pemerkosaan dan memberinya perawatan yang diperlukan.

Putra perdana menteri yang digulingkan Sheikh Hasina, Sajeeb Ahmed Wazed, yang menjabat sebagai penasihat ibunya, menyampaikan kemarahannya atas kasus tersebut melalui X. Dia menyalahkan pemerintahan sementara Muhammad Yunus atas meningkatnya insiden serangan massa, terorisme, dan pemerkosaan dalam 11 bulan terakhir.

Bangladesh menyaksikan insiden kekerasan terhadap anggota komunitas minoritas setelah jatuhnya pemerintahan Liga Awami yang dipimpin Hasina pada bulan Agustus tahun lalu.

Hasina melarikan diri ke India ketika rezimnya digulingkan pada 5 Agustus tahun lalu, sebagai akibat dari gerakan jalanan yang penuh kekerasan yang dipimpin oleh sebuah platform yang disebut "Mahasiswa Melawan Diskriminasi".

Peraih Nobel Muhammad Yunus (85) mengambil alih pemerintahan sementara tiga hari kemudian.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Israel Gugat New York...
Israel Gugat New York Times karena Ungkap Tentara Zionis Perkosa Tahanan Palestina Secara Brutal
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Siapa Marius Borg Hoiby?...
Siapa Marius Borg Hoiby? Putra Putri Mahkota Norwegia yang Jadi Terdakwa Kasus Pemerkosaan
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Nyaris 2.300 Orang, AS Kirim 2.000 Tentara Bantu Cari Korban
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Menhut Raja Juli Bakal...
Menhut Raja Juli Bakal Kooperatif soal Pengusutan Kasus Bupati Kuansing
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved