Menguak Rahasia 'Dua Wajah' Zionis: Mengapa Banyak Warga Israel Punya Paspor Ganda?
Senin, 30 Juni 2025 - 12:52 WIB
loading...
Banyak warga Israel hengkang melalui Mesir saat perang melawan Israel pecah. Banyak warga Israel memiliki paspor ganda. Foto/Flash90 via Times of Israel
A
A
A
JAKARTA - Ketika perang Iran-Israel pecah pada 13 Juni, muncul satu fenomena menarik yang menyedot perhatian dunia: antrean panjang di perbatasan Israel-Mesir, bukan untuk berlibur, melainkan untuk hengkang. Mereka pergi untuk menghindari bahaya rudal-rudal Teheran.
Banyak di antara mereka menunjukkan dokumen perjalanan kedua—paspor asing, bukan Israel. Mengapa begitu banyak warga Israel memiliki paspor ganda? Apa motivasi di baliknya? Berikut ulasannya.
Baca Juga: Digempur Rudal Iran, Ribuan Warga Israel Kabur ke Mesir Picu Kemarahan Publik
Menurut data dari Central Bureau of Statistics (CBS) Israel dan Jewish Policy Research, sekitar 1 dari 4 warga Israel memiliki paspor asing selain paspor Israel.
Diperkirakan terdapat lebih dari 2 juta warga Israel yang memegang paspor tambahan, baik dari negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Rusia, hingga Australia.
Riset Haaretz tahun 2022 menyebutkan bahwa sekitar 35% warga Israel keturunan Eropa Timur (khususnya Polandia, Hongaria, Rumania) telah mengajukan kewarganegaraan kembali ke negara leluhur mereka berdasarkan asas "ius sanguinis" (hak berdasarkan darah).
Banyak di antara mereka menunjukkan dokumen perjalanan kedua—paspor asing, bukan Israel. Mengapa begitu banyak warga Israel memiliki paspor ganda? Apa motivasi di baliknya? Berikut ulasannya.
Baca Juga: Digempur Rudal Iran, Ribuan Warga Israel Kabur ke Mesir Picu Kemarahan Publik
Mengapa Banyak Warga Israel Punya Paspor Ganda?
1. Lebih dari 2 Juta Warga Israel Berpaspor Ganda
Menurut data dari Central Bureau of Statistics (CBS) Israel dan Jewish Policy Research, sekitar 1 dari 4 warga Israel memiliki paspor asing selain paspor Israel.
Diperkirakan terdapat lebih dari 2 juta warga Israel yang memegang paspor tambahan, baik dari negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Rusia, hingga Australia.
Riset Haaretz tahun 2022 menyebutkan bahwa sekitar 35% warga Israel keturunan Eropa Timur (khususnya Polandia, Hongaria, Rumania) telah mengajukan kewarganegaraan kembali ke negara leluhur mereka berdasarkan asas "ius sanguinis" (hak berdasarkan darah).
Lihat Juga :