Menguak Rahasia 'Dua Wajah' Zionis: Mengapa Banyak Warga Israel Punya Paspor Ganda?
Senin, 30 Juni 2025 - 12:52 WIB
loading...
A
A
A
•Polandia karena alasan warisan dari keluarga Yahudi Polandia pra-Holocaust.
•Jerman karena repatriasi sejarah dan warisan keluarga Yahudi.
•Rumania karena keturunan Yahudi Balkan Timur.
•Amerika Serikat karena kelahiran anak di AS atau pernikahan.
•Portugal dan Spanyol karena program khusus keturunan Yahudi Sefardim.
Isu paspor ganda ini bukan tanpa kontroversi. Di tengah ketegangan politik, muncul pertanyaan: apakah mereka tetap loyal kepada negara Israel?
Partai sayap kanan seperti Likud dan Religious Zionism menilai warga dengan paspor asing sebagai “setengah hati” dalam membela tanah air, apalagi jika mereka menghindar dari wajib militer.
Namun, Mahkamah Agung Israel telah menegaskan bahwa kewarganegaraan ganda tidak otomatis mengurangi loyalitas atau hak warga negara, selama tidak ada pelanggaran hukum terhadap negara.
Fenomena paspor ganda bisa dilihat sebagai cermin dari krisis kepercayaan terhadap masa depan Israel sebagai tempat tinggal permanen. Kombinasi faktor keamanan, harga rumah yang melonjak tajam, ketimpangan sosial, hingga meningkatnya ekstremisme politik—menjadi alasan mengapa banyak keluarga Israel menyiapkan “jalan keluar” diam-diam.
Israel adalah satu dari sedikit negara di dunia yang warganya terbanyak memiliki paspor ganda secara proporsional. Bagi sebagian orang, ini adalah strategi realistis menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Bagi lainnya, ini adalah pengkhianatan terhadap idealisme Zionisme.
•Jerman karena repatriasi sejarah dan warisan keluarga Yahudi.
•Rumania karena keturunan Yahudi Balkan Timur.
•Amerika Serikat karena kelahiran anak di AS atau pernikahan.
•Portugal dan Spanyol karena program khusus keturunan Yahudi Sefardim.
4. Ketegangan Politik, antara Loyalitas Ganda dan Hak Warga
Isu paspor ganda ini bukan tanpa kontroversi. Di tengah ketegangan politik, muncul pertanyaan: apakah mereka tetap loyal kepada negara Israel?
Partai sayap kanan seperti Likud dan Religious Zionism menilai warga dengan paspor asing sebagai “setengah hati” dalam membela tanah air, apalagi jika mereka menghindar dari wajib militer.
Namun, Mahkamah Agung Israel telah menegaskan bahwa kewarganegaraan ganda tidak otomatis mengurangi loyalitas atau hak warga negara, selama tidak ada pelanggaran hukum terhadap negara.
Fenomena paspor ganda bisa dilihat sebagai cermin dari krisis kepercayaan terhadap masa depan Israel sebagai tempat tinggal permanen. Kombinasi faktor keamanan, harga rumah yang melonjak tajam, ketimpangan sosial, hingga meningkatnya ekstremisme politik—menjadi alasan mengapa banyak keluarga Israel menyiapkan “jalan keluar” diam-diam.
Israel adalah satu dari sedikit negara di dunia yang warganya terbanyak memiliki paspor ganda secara proporsional. Bagi sebagian orang, ini adalah strategi realistis menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Bagi lainnya, ini adalah pengkhianatan terhadap idealisme Zionisme.
(mas)
Lihat Juga :