Duduk Perkara PM Thailand Dianggap Musuh Negara Gara-gara Panggil Eks PM Kamboja Paman

Senin, 30 Juni 2025 - 10:29 WIB
loading...
A A A
Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dibacakan kepada khalayak bahwa cabang eksekutif dan Parlemen tidak bekerja "demi kepentingan demokrasi dan monarki konstitusional."

Selain bendera dan plakat, orang-orang membawa payung untuk melindungi diri dari hujan. Saat hujan berhenti, pelangi terbentuk di atas Victory Monument.

Pada hari Selasa besok, Mahkamah Konstitusi akan memutuskan apakah akan menerima petisi dari para senator yang meminta pemecatan PM Paetongtarn karena dugaan ketidakprofesionalan atas panggilan telepon dengan Hun Sen.

Hun Sen mengatakan bahwa dia telah membagikan klip audio tersebut dengan 80 politisi dan salah satu dari mereka membocorkannya. Dia kemudian membagikan seluruh rekaman berdurasi 17 menit tersebut di halaman Facebook-nya.

Panggilan telepon tersebut membahas tentang perselisihan terkini antara Kamboja dan Thailand, yang menyebabkan ketegangan meningkat pada akhir Mei setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan perbatasan, yang membuat hubungan kedua negara jatuh ke titik terendah dalam lebih dari satu dekade.

Namun, ketegangan antara kedua negara tersebut sudah ada sejak lebih dari satu abad yang lalu, ketika perbatasan dibuat setelah pendudukan Prancis di Kamboja.

Keduanya telah memberlakukan pembatasan perbatasan satu sama lain, sementara Kamboja telah melarang impor Thailand mulai dari makanan hingga listrik, serta drama televisi dan sinema Thailand.

Meskipun ada ketegangan antara negara mereka, persahabatan keluarga Shinawatra dengan keluarga Hun telah terjalin selama beberapa dekade, dan ayah dari Hun Sen dan Paetongtarn menganggap satu sama lain sebagai "saudara baptis".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved