Serangan Bom Bunuh Diri Teroris Tewaskan 13 Tentara Pakistan, India Disalahkan

Minggu, 29 Juni 2025 - 12:27 WIB
loading...
A A A
Menurut ISPR, serangan tersebut "direncanakan dan diatur oleh negara teroris India melalui proksinya Fitna al Khawarij."

Setelah serangan mematikan itu, pasukan keamanan melancarkan operasi di daerah tersebut. "Selama baku tembak berikutnya, 14 teroris tewas," kata ISPR, seraya menambahkan bahwa operasi tersebut masih berlangsung untuk menghilangkan ancaman yang tersisa.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (MEA) India pada hari Minggu (29/6/2025), dengan tegas menolak klaim militer Pakistan bahwa India berada di balik serangan bom bunuh diri Waziristan.

"Kami telah melihat pernyataan resmi Angkatan Darat Pakistan yang berusaha menyalahkan India atas serangan terhadap Waziristan pada tanggal 28 Juni. Kami menolak pernyataan ini dengan penghinaan yang pantas," kata juru bicara MEA Randhir Jaiswal dalam sebuah pernyataan di X.

Surar kabar The Dawn melaporkan serangan itu terjadi beberapa hari setelah dua tentara tewas dan 11 teroris dilumpuhkan selama operasi berbasis intelijen (IBO) di Waziristan Selatan. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada hari Sabtu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
4 Kejutan Pakistan Saat...
4 Kejutan Pakistan Saat Hadapi Serangan Militer India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved