Ribuan Warga Beri Penghormatan Terakhir pada Pahlawan Perang Iran

Sabtu, 28 Juni 2025 - 17:36 WIB
loading...
A A A
Upacara hari Sabtu adalah pemakaman umum pertama bagi para komandan tinggi sejak gencatan senjata, dan televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa upacara tersebut dihadiri oleh total 60 orang, termasuk empat wanita dan empat anak-anak.

Pihak berwenang menutup kantor-kantor pemerintah untuk mengizinkan pegawai negeri menghadiri upacara tersebut.

Pemakaman kenegaraan itu dilakukan sehari setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan omelan di platform Truth Social miliknya, mengecam Khamenei karena mengklaim dalam pidato video bahwa Iran telah memenangkan perang.

Trump juga mengklaim telah mengetahui "PERSISNYA di mana dia (Khamenei) berlindung, dan tidak akan membiarkan Israel, atau Angkatan Bersenjata AS... mengakhiri hidupnya".

Dia mengklaim telah berupaya dalam beberapa hari terakhir untuk kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Iran, tetapi dia membatalkannya setelah pernyataan Khamenei.

Menanggapi Trump pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan di X: "Jika Presiden Trump sungguh-sungguh menginginkan kesepakatan, dia harus mengesampingkan nada tidak sopan dan tidak dapat diterima terhadap Pemimpin Tertinggi Iran."

Resul Serdar dari Al Jazeera, melaporkan dari Teheran, mengatakan pernyataan Araghchi adalah "reaksi yang paling diharapkan" terhadap unggahan media sosial Trump.

“Banyak orang Iran menganggapnya [Khamenei] terutama sebagai pemimpin agama, tetapi menurut konstitusi, dia bukan hanya itu – dia adalah pemimpin politik, dia adalah pemimpin militer – dia hanyalah kepala negara di Iran,” katanya.

Serdar juga mengatakan posisi Khamenei bukan hanya puncak hierarki, tetapi peran ilahi dalam teologi politik Syiah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved