Gedung Putih: Tak Ada Indikasi Iran Pindahkan Uranium sebelum Serangan AS

Jum'at, 27 Juni 2025 - 08:44 WIB
loading...
Gedung Putih: Tak Ada...
Gedung Putih menyatakan tak ada indikasi Iran telah memindahkan uranium yang diperkaya dari situs nuklir sebelum serangan AS pada 21 Juni. Foto/CBS News
A A A
WASHINGTON - Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan tidak ada indikasi bahwa Iran telah memindahkan uranium yang diperkaya dari salah satu dari tiga situs nuklir sebelum serangan Amerika Serikat (AS) pada 21 Juni. Menurutnya, Teheran boleh memiliki uranium non-pengayaan.

"Kami mengawasi dengan saksama dan tidak ada indikasi bagi Amerika Serikat bahwa uranium yang diperkaya itu dipindahkan sebelum serangan," kata Leavitt pada Kamis.

Ketika diminta untuk mengonfirmasi bahwa materi uranium yang diperkaya tersebut tetap berada di tempat di semua situs nuklir Iran saat diserang AS, dia menjawab: "Benar."

Baca Juga: Khamenei Sebut Israel Hancur Total Jika AS Tak Ikut Campur, Ini Respons Zionis

Leavitt juga mengatakan pemerintah Presiden Donald Trump membuka kembali pintu perundingan dengan Iran untuk menjamin bahwa negara Islam itu tidak memperkaya uranium dalam program nuklirnya.

Leavitt menjelaskan tujuan dasar dari setiap pertemuan di masa mendatang.

"Kami ingin memastikan bahwa kami dapat mencapai titik di mana Iran menyetujui program nuklir sipil non-pengayaan," kata Leavitt, seperti dikutip dari CBS News, Jumat (27/6/2025). "Dan ada banyak permintaan lain yang diajukan Amerika Serikat."

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk menarik Iran kembali ke meja perundingan, kata sumber yang mengetahui perencanaan tersebut kepada CBS News.

Pilihannya termasuk membantu Iran mengakses USD20 miliar hingga USD30 miliar, sehingga dapat membangun program nuklir sipil, non-pengayaan, dan penghasil energi, kata sumber tersebut.

Dana tersebut tidak akan berasal dari AS, tetapi dari sekutu AS di Timur Tengah.

Di sisi lain, Leavitt mengkritik kebocoran intelijen selektif ke media tentang apa yang dia gambarkan sebagai "intelijen awal yang tidak meyakinkan", menyebutnya ilegal dan menyesatkan.

"Hanya sedikit dari penilaian itu yang dibocorkan ke CNN," katanya. "Kami telah melihat buku pedoman ini dijalankan sebelumnya."

Dia menambahkan bahwa FBI sedang menyelidiki sumber kebocoran tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
Berita Terkini
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved