CIA Yakin Program Nuklir Iran telah Rusak Parah akibat Serangan AS

Kamis, 26 Juni 2025 - 16:15 WIB
loading...
CIA Yakin Program Nuklir...
Pesawat pengebom B-2 Spirit digunakan AS untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Foto/wikipedia
A A A
WASHINGTON - Direktur CIA John Ratcliffe mengatakan Iran akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kembali program nuklirnya setelah serangan Amerika Serikat (AS) terhadap situs pengayaan uranium. Komentarnya muncul setelah ketidakpastian selama berhari-hari tentang tingkat kerusakan fasilitas di Natanz, Fordow, dan Isfahan, yang menjadi sasaran bom penghancur bunker AS pada 22 Juni.

"CIA dapat mengonfirmasi badan intelijen yang kredibel menunjukkan program nuklir Iran telah rusak parah akibat serangan terarah baru-baru ini," ungkap pernyataan Ratcliffe pada hari Rabu (25/6/2025).

"Ini termasuk intelijen baru dari sumber/metode yang secara historis dapat diandalkan dan akurat bahwa beberapa fasilitas nuklir utama Iran telah dihancurkan dan harus dibangun kembali selama bertahun-tahun," papar dia.

Sementara Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengklaim serangan itu "melenyapkan" kemampuan Iran memproduksi senjata nuklir.

Media AS kemudian melaporkan kerusakan tersebut mungkin telah dilebih-lebihkan. Penilaian awal oleh Badan Intelijen Pertahanan Pentagon menunjukkan serangan itu gagal menghancurkan komponen inti program nuklir Iran dan hanya menundanya selama beberapa bulan, menurut beberapa media yang mengutip sumber yang mengetahui temuan tersebut.

Namun, pejabat Israel mengatakan kepada Axios bahwa serangan itu menimbulkan kerusakan yang "sangat signifikan".

Trump menuduh media berusaha "merendahkan" serangan itu, yang kemudian ia bandingkan dengan pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki selama Perang Dunia II.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved