40 Sel Mossad Bergerak di Iran, Mengandalkan Kolaborator untuk Melemahkan Khamenei

Selasa, 24 Juni 2025 - 13:15 WIB
loading...
40 Sel Mossad Bergerak...
Mossad bergerak di Iran dan mengandalkan kolaborator. Foto/X/@PamphletsY
A A A
TEHERAN - Operasi intelijen yang telah direncanakan selama bertahun-tahun menjadi alasan Israel menargetkan posisi dan pemimpin militer utama di Iran bulan ini. Operasi itu sudah dilaksanakan sejak 1970, dan mencapai puncaknya pada 2025.

Serangan yang menghancurkan sebagian besar infrastruktur pertahanan utama Iran dan menewaskan komandan militer tersebut dikaitkan dengan dinas intelijen Israel yang diklaim telah menyusup ke sebagian besar aparat keamanan Iran.

Di dalam Iran, sejumlah orang dilaporkan telah ditangkap dan dituduh memata-matai Mossad, badan intelijen Israel, memberikan dukungan media untuk Israel atau mengganggu opini publik.

Hanya beberapa hari yang lalu, pemerintah Iran memerintahkan pejabat senior dan tim keamanan mereka untuk tidak menggunakan telepon pintar yang terhubung ke internet untuk menghindari peretasan komunikasi sensitif oleh Israel. Sementara itu, badan keamanan Iran diketahui telah meminta masyarakat untuk melaporkan setiap bangunan yang mereka sewa kepada perusahaan atau individu dalam beberapa tahun terakhir.

Tindakan keras Iran mengikuti apa yang telah dibingkai sebagai operasi intelijen Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menyebabkan serangan baru-baru ini terhadap negara tersebut, tetapi seberapa luas infiltrasi tersebut, dan sudah berapa lama itu berlangsung?

40 Sel Mossad Bergerak di Iran, Mengandalkan Kolaborator untuk Melemahkan Khamenei

1. Kerja Keras Mossad Bertahun-tahun

Tak lama setelah serangan Israel terhadap Iran, berita tentang operasi intelijen yang mendahului serangan "yang belum pernah terjadi sebelumnya" membanjiri media. Dalam wawancara yang diberikan oleh anggota senior komunitas intelijen Israel, rincian diberikan tentang bagaimana kecerdasan manusia dan AI digunakan bersamaan untuk melancarkan serangan, yang mereka klaim melumpuhkan sebagian besar pertahanan udara Iran.

Pada tanggal 17 Juni, beberapa hari setelah serangan, The Associated Press menerbitkan wawancara dengan 10 pejabat intelijen dan militer Israel yang mengetahui serangan tersebut.

"Serangan ini adalah puncak dari kerja keras Mossad selama bertahun-tahun untuk menargetkan program nuklir Iran," kata Sima Shine, mantan direktur penelitian Mossad, kepada AP.

Artikel itu juga merinci bagaimana agen Israel dapat menyelundupkan serangkaian pesawat nirawak dan sistem rudal ke Iran, yang kemudian digunakan untuk menyerang sejumlah target yang ditentukan oleh model AI Amerika Serikat yang bekerja pada data yang diberikan kepadanya oleh agen Israel di Iran, serta informasi yang diperoleh dari serangan sebelumnya.

Baca Juga: Ancaman Iran Bisa Jadi Kenyataan! Kedubes AS di Qatar Minta Warganya Berlindung

2. Operasi Terus Berlangsung

Tampaknya sedang berlangsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved