IAEA: Serangan ke Fasilitas Nuklir Iran Bisa Picu Bencana Lintas Negara

Senin, 23 Juni 2025 - 17:27 WIB
loading...
IAEA: Serangan ke Fasilitas...
Serangan ke fasilitas nuklir Iran bisa picu bencana lintas negara. Foto/X/@jacksonhinklle
A A A
TEHERAN - Berbicara di pertemuan dewan gubernur IAEA, Rafael Grossi menekankan “serangan bersenjata terhadap fasilitas nuklir tidak boleh terjadi”. Itu bisa memicu malapetaka yang dahsyat yang bukan hanya dialami oleh Iran , tetapi negara lain juga.

Grossi mengungkapkan, serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel dapat menyebabkan radiasi yang melampaui batas negara yang menjadi sasaran. “Karena itu, saya kembali menyerukan pengendalian diri secara maksimal. Eskalasi militer tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga menunda kita untuk menempuh jalur diplomatik," katanya dilansir Al Jazeera.

“Untuk mencapai jaminan jangka panjang bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir… kita harus kembali ke perundingan,” kata Grossi. Jika jalur diplomatik gagal, “kekerasan dan kehancuran dapat mencapai tingkat yang tak terbayangkan”.

“Saya siap untuk segera berangkat ke Iran. Kita perlu terus bekerja sama meskipun ada perbedaan.”

Grossi memberikan rincian lebih lanjut tentang kerusakan pada dua situs nuklir Iran lainnya yang terkena serangan AS baru-baru ini – Isfahan dan Natanz.

Serangan AS di Isfahan menghantam beberapa gedung termasuk beberapa yang "berhubungan dengan proses konversi uranium", katanya. Pintu masuk ke terowongan yang digunakan untuk menyimpan material yang diperkaya di sana juga tampak terkena serangan, tambahnya.

Baca Juga: Kenapa Penggulingan Khamenei Tak Menjamin Siapa yang Bisa Memimpin Iran?

Di Natanz, AS menyerang pabrik pengayaan bahan bakarnya, kata Grossi.

Kepala pengawas nuklir PBB mengatakan inspektur IAEA siap untuk memeriksa fasilitas yang menjadi target "ketika disetujui dengan Iran".

Kemudian, Grossi mengatakan "kawah sekarang terlihat di situs Fordow ... yang menunjukkan penggunaan amunisi penembus tanah".

Sementara "tidak seorang pun, termasuk IAEA, berada dalam posisi untuk menilai sepenuhnya kerusakan bawah tanah di Fordow", ia mengatakan kerusakan itu diperkirakan "sangat signifikan".

Itu karena "muatan bahan peledak yang digunakan dan sifat sentrifus yang sangat sensitif terhadap getaran", tambahnya.

Sementara itu, Morteza Heydari, juru bicara organisasi manajemen krisis Qom, mengatakan bahwa situs nuklir Fordow diserang lagi, tanpa menyebutkan siapa yang berada di balik serangan tersebut. Fasilitas tersebut merupakan salah satu dari tiga yang diserang AS kemarin.

Heydari mengatakan "tidak ada bahaya yang mengancam warga" di area tersebut.

Sementara itu, serangan udara besar-besaran Israel menargetkan Teheran dan Karaj di dekatnya sekitar tengah hari waktu setempat, dengan gumpalan besar asap terlihat di area-area di seluruh ibu kota.

Siaran langsung televisi pemerintah terputus selama beberapa menit, dan dipastikan bahwa sebuah gedung teknis yang mendukung siaran langsung untuk beberapa saluran terkena serangan. Pintu masuk Penjara Evin juga dibom, begitu pula gedung Bulan Sabit Merah.

Universitas Shahid Beheshti yang bergengsi di Teheran utara juga menjadi sasaran.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved