Media Iran: Berapa Banyak Peti Mati Tentara AS yang Akan Dipulangkan Trump demi Membela Israel?

Minggu, 22 Juni 2025 - 06:54 WIB
loading...
A A A

Konsekuensi AS Menyerang Iran


Lebih lanjut, laporan itu menelaah daftar konsekuensi potensial yang akan dihadapi AS–dan bahkan seluruh dunia–jika menyerang Iran secara langsung.

1. Puluhan Ribu Warga AS dalam Bidikan Iran


Pertama dan terutama, penempatan personel dan aset AS di Asia Barat membuatnya sangat rentan terhadap potensi pembalasan Iran, karena mereka mudah berada dalam jangkauan rudal dan pesawat nirawak Iran.

Sekitar 50.000 personel Amerika dikerahkan di wilayah tersebut di bawah komando Pentagon, dan AS telah menginvestasikan miliaran dolar di 19 pangkalannya di seluruh Asia Barat, termasuk di Irak, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Laporan Tehran Times menyebutkan serangan yang berhasil oleh pasukan Perlawanan Irak dan Suriah terhadap pangkalan-pangkalan Amerika pada tahun 2023 dan 2024, yang dilakukan sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, menunjukkan bahwa meskipun ada investasi finansial yang signifikan dalam keamanan, pangkalan-pangkalan tersebut tetap rentan terhadap kerusakan dan kehancuran.

Mengingat kemampuan pasukan Perlawanan yang terbukti untuk secara efektif menargetkan aset Amerika dengan pesawat nirawak yang relatif tidak canggih, hampir dapat dipastikan bahwa Iran dapat menghancurkan lokasi-lokasi ini dengan persenjataan canggihnya, yang telah menembus berbagai lapisan pertahanan Israel, Barat, dan Arab di dalam dan di sekitar wilayah pendudukan.

"AS tidak dapat begitu saja melancarkan operasi militer di Iran dan menarik diri. AS akan terseret ke dalam konflik yang jauh melampaui skala perang di Irak dan Afghanistan," kata Mahdi Khanalizadeh, seorang pakar Asia Barat.

"Itu akan mengakhiri masa jabatan kepresidenan Trump jauh lebih cepat daripada tiga tahun yang tersisa."

2. Penutupan Selat Hormuz


Sekitar setengah dari cadangan minyak dan gas dunia berada di atau dekat Teluk Persia, dan sebagian besar sumber daya ini yang ditujukan untuk pasar global harus melewati Selat Hormuz, jalur sempit maritim di bawah kendali Iran.

Badan Informasi Energi Amerika Serikat menyebut selat ini sebagai "titik transit minyak paling penting di dunia", dengan sekitar seperempat dari total konsumsi minyak bumi dunia yang melewatinya.

Esmail Kowsari, anggota Parlemen Iran dan mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), baru-baru ini menyatakan bahwa penutupan jalur air itu "sedang dipertimbangkan" dan bahwa Iran akan "membuat keputusan terbaik dengan tekad."

Keterlibatan langsung Washington dalam perang tersebut tentu saja akan mendorong Iran untuk mengambil langkah ini dan menutup Selat Hormuz. Laporan media Barat menunjukkan Iran memiliki Angkatan Laut yang kuat dan telah memposisikan pasukannya untuk mengambil tindakan jika AS memulai agresinya terhadap Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved