8 Kesamaan Ibrahim Traore dengan Muammar Gaddafi yang Ditakuti Barat

Jum'at, 20 Juni 2025 - 17:15 WIB
loading...
A A A

7. Pendekatan Keamanan Berbasis Militer dan Potensi Otoritarianisme


Kedua pemimpin menghadapi situasi keamanan yang sulit: Gaddafi menghadapi tekanan eksternal dan pemberontakan internal; Traoré memimpin negara yang dikepung kelompok jihad dan konflik etnis.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, keduanya menggunakan kekuatan militer sebagai alat utama untuk mempertahankan stabilitas.

Ini membawa hasil di satu sisi, tapi juga membuka jalan pada kritik terhadap pendekatan otoriter dan pembatasan kebebasan sipil.

Di Libya, Gaddafi membungkam lawan politik, membatasi media, dan membangun jaringan intelijen domestik yang luas.

Di Burkina Faso, Traoré telah menangguhkan pemilu dan memperpanjang masa transisi, dengan alasan bahwa prioritas utama adalah stabilitas dan keamanan.

Aktivitas jurnalis dan aktivis sipil dibatasi, dan suara oposisi diredam dengan dalih keselamatan nasional.

8. Dukungan dari Rakyat Kecil dan Kalangan Muda


Gaddafi dan Traoré sama-sama mendapat simpati besar dari kalangan rakyat miskin, petani, dan anak muda yang merasa terpinggirkan oleh sistem lama.

Di era awal kekuasaannya, Gaddafi digandrungi karena membawa layanan kesehatan dan pendidikan gratis.

Traoré juga mendapat pujian dari kaum muda Burkina Faso yang memandangnya sebagai simbol harapan baru, seorang tentara muda yang bangkit dari bawah untuk menantang ketidakadilan sistem lama.

Keduanya memanfaatkan media nasional, simbol-simbol perjuangan, dan gaya hidup sederhana untuk mengokohkan citra sebagai pemimpin rakyat.

Meski demikian, dukungan ini juga diuji oleh situasi ekonomi, keamanan, dan tekanan luar negeri yang terus berkembang.

Kesamaan antara Ibrahim Traoré dan Muammar Gaddafi bukan sekadar kebetulan historis, melainkan cerminan dari dinamika kekuasaan dan perjuangan di Afrika, di mana rakyat kerap merindukan pemimpin yang tegas, nasionalis, dan anti-Barat.

Kedua pemimpin ini muncul di saat bangsa mereka berada dalam tekanan luar biasa, baik secara militer, ekonomi, maupun ideologis.

Mereka mengambil jalan berani, kadang kontroversial, untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan membentuk arah baru yang mereka yakini lebih adil dan mandiri.

Namun sejarah juga memperingatkan bahwa jalan revolusioner kerap berujung pada konflik baru jika tidak diiringi dengan reformasi kelembagaan dan ruang dialog yang sehat.

Gaddafi akhirnya tumbang akibat intervensi asing yang tidak suka dengan kepemimpinannya.

Masa depan Traoré masih terbuka, tetapi tantangan yang ia hadapi mengingatkan kita bahwa semangat revolusioner harus diseimbangkan dengan kebijaksanaan dan kehati-hatian dalam mengelola kekuasaan.

Baca juga: Trump Setuju AS Serang Iran secara Langsung, tapi Kapan?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Mantan Menteri Gaddafi:...
Mantan Menteri Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya dengan Mempercayai AS
Eks Menteri Muammar...
Eks Menteri Muammar Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya Percayai AS
Intelijen Inggris dan...
Intelijen Inggris dan Prancis Terlibat Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, Ini 3 Motifnya
Ribuan Orang Berkumpul...
Ribuan Orang Berkumpul di Libya untuk Pemakaman Saif al-Islam Gaddafi
4 Fakta Pembunuhan Saif...
4 Fakta Pembunuhan Saif Al-Islam Gaddafi yang Disebut sebagai Calon Pemimpin Libya
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved