Indonesia dan Jerman Perkuat Kolaborasi Sediakan Jalur WNI Bekerja di Luar Negeri

Jum'at, 20 Juni 2025 - 11:29 WIB
loading...
Indonesia dan Jerman...
Dubes Jerman untuk Indonesia YM Ina Lepel dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding ikuti dialog kolaborasi Indonesia-Jerman untuk perkuat tata kelola migrasi tenaga kerja. Foto/Goethe-Institut Indonesien
A A A
BANDUNG - Indonesia dan Jerman sepakat memperkuat kolaborasi untuk menyediakan jalur yang adil dan etis bagi warga negara Indonesia(WNI) yang ingin bekerja di luar negeri. Komitmen ini ditandai dengan dialog tingkat tinggi dan peresmian dua program baru pada hari ini.

Pusat Informasi Terpadu untuk Migrasi, Vokasi, dan Pembangunan Indonesia (MOVE-ID), yang diimplementasikan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH atas nama Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), dibuka secara resmi di Bandung dan Mataram.

Di Bandung, Goethe-Institut Indonesien memprakarsai Sentra Kompetensi Asia Tenggara untuk Migrasi Tenaga Kerja Ahli ke Jerman (KSM). Kehadiran kedua program tersebut semakin diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara GIZ dan Goethe-Institut Indonesien.

Baca Juga: Kemlu Belum Dapat Izin Pendampingan Bagi 5 WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Acara diawali dengan dialog tingkat tinggi yang mempertemukan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lepel dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding di Hotel Hilton Bandung.

Dialog tersebut fokus membahas upaya bersama untuk membekali anak muda Indonesia dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan angkatan kerja global, sambil memastikan mobilitas tenaga kerja berlangsung secara aman, adil, dan saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

“Tantangan demografi Jerman dan angkatan kerja Indonesia yang muda dan terampil membuka kesempatan untuk menciptakan kemitraan kukuh yang didasarkan atas rasa saling menghormati, sertatanggung jawab dan tujuan bersama. Hari ini merupakan tonggak penting dalam komitmen bersama kitauntuk menciptakan peluang yang adil, transparan dan aman bagi mobilitas tenaga kerja antara Jermandan Indonesia—serta semakin meningkatkan manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Lepel.

“Meningkatkan kualitas hidup dan pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia, serta memastikan mereka mendapatkan hak-haknya dengan baik, merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas negara penting untuk memastikan agar negara pemberi dan penerima tenaga kerja semakin tangguh,terhubung dengan baik, dan siap menghadapi peluang maupun tantangan bersama di masa depan," imbuh Karding.

Dalam dialog bersama Dubes Lepel, Menteri Karding menegaskan pentingnya kemitraan yang saling menghargai dan transparan, serta peran aktif seluruh pihak termasuk para calon pekerja migran demi terciptanya kondisi kerja yang aman, adil, dan bermartabat.

Dia mengajak generasi muda potensial dan terampil untuk bekerja di Jerman atau negara lainnya di Eropa melalui jalur migrasi yang aman dan terlindungi.

KP2MI berkomitmen untuk membuka dan mengoptimalkan penempatan Pekerja Migran Indonesia pada sektor terampil dan profesional di berbagai negara Eropa, untuk meningkatkan potensi serapan tenaga kerja Indonesia di luar wilayah ASEAN dan Asia, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dialog tingkat tinggi diikuti dengan peresmian Pusat Informasi Terpadu untuk Migrasi, Vokasi, dan Pembangunan Indonesia (MOVE-ID) di Bandung dan Mataram.

MOVE-ID merupakan bagian dari program global Pusat Migrasi dan Pembangunan (ZME), yang diimplementasikan oleh GIZ atas nama BMZ. Bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), MOVE-ID menyediakan layanan konsultasi bagi orang-orang yang berminat melakukan migrasi tenaga kerja reguler ke Jerman dan Eropa, ataupun di dalam kawasan Asia dan Asia Tenggara, serta bagi mereka yang kembali ke Indonesia dan memerlukan dukungan terkait reintegrasi sosial dan ekonomi.

Layanan konsultasi ini memungkinkan mereka untuk secara tepat dan sadar mengambil keputusan mengenai migrasi berdasarkan informasi yang memadai.

“Dalam rangka memaksimalkan manfaat migrasi untuk pembangunan berkelanjutan serta meminimalkanpotensi risikonya, MOVE-ID bertekad menyediakan layanan yang andal di seluruh Indonesia denganmembangun jaringan yang kuat dengan melibatkan mitra lokal, organisasi masyarakat sipil, asosiasibisnis, dan organisasi multilateral. GIZ bangga melanjutkan kerja sama atas dasar kemitraan jangkapanjang antara Indonesia dan Jerman,“ ujar Hans-Ludwig Bruns, Direktur GIZ untuk Indonesia dan ASEAN.

Di Graha Kompas Bandung, Sentra Kompetensi Asia Tenggara untuk Migrasi Tenaga Kerja Ahli ke Jerman (KSM) yang diprakarsai Goethe-Institut Indonesien juga diresmikan. KSM akanmengoordinasikan semua aktivitas terkait tenaga kerja terampil di Asia Tenggara dari lokasinya diBandung, serta menyediakan dukungan yang andal bagi para mitra sepanjang proses migrasi tenaga
kerja terampil dan peserta pelatihan yang hendak ke Jerman. Aktivitas yang ditawarkan meliputi kursusbahasa, pengembangan kurikulum, dan sesi informasi.

Constanze Michel, Direktur Regional Goethe-Institut untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, menjelaskan, “Melalui KSM, Goethe-Institut menawarkan dukungan terpercaya untuk orang-orangdi Indonesia yang hendak mengejar masa depan profesional di Jerman dengan layanan yang transparandan mudah diakses, seperti kursus bahasa, persiapan antarbudaya, serta bimbingan karier.”

Melalui struktur-struktur bersama yang baru didirikan di Indonesia dan diformalkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara GIZ dan Goethe-Institut, MOVE-ID dan KSM akanmenyediakan layanan yang saling melengkapi untuk menangani aspek-aspek yang beragam terkaitkebutuhan seputar migrasi.

Kemitraan ini memperkuat inisiatif Jerman–Indonesia yang telah berhasil dibentuk di bidang migrasi tenaga kerja terampil, dan mencerminkan komitmen bersama untuk membangun angkatan kerja global yang lebih tangguh dan inklusif dengan mempromosikan migrasi tenaga kerja yang aman, adil, dan dikelola dengan baik.

Tentang Goethe-Institut


Goethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang aktif di seluruh dunia. Lembaga ini mempromosikan pengajaran Bahasa Jerman di luar negeri dan mendorong pertukaran budaya antarbangsa.

Lembaga tersebut juga menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai Jerman melalui informasitentang kehidupan politik, sosial dan budaya di Jerman. Berbagai program budaya dan pendidikannya telahmenyokong dialog antarbudaya dan memfasilitasi partisipasi kultural.

Sedangkan GIZ berperan sebagai penyedia layanan yang beroperasi di seluruh dunia di bidang kerja sama internasional untuk pembangunan berkelanjutan dan pendidikan internasional.

GIZ bekerja sama dengan para mitranya untuk mengembangkan solusi efektif yang menawarkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan meningkatkan kondisi kehidupan mereka secara berkelanjutan.

GIZ merupakan badan usaha federal nirlaba dan mendukung Pemerintah Jerman serta sejumlah klien dari sektor publik dan swasta di berbagai bidang, termasuk pembangunan ekonomi dan promosi kesempatan kerja, energi dan lingkungan hidup, serta perdamaian dan keamanan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved