Mengapa Israel Mengaitkan Operasi Rising Lion dengan Bendera Shah Iran sebelum Revolusi?

Rabu, 18 Juni 2025 - 15:45 WIB
loading...
Mengapa Israel Mengaitkan...
Israel mengakitkan Operasi Rising Lion dengan bendera Shah Iran. Foto/X
A A A
TEL AVIV - Israel mengonfirmasi bahwa operasi rahasianya terhadap Iran, yang diberi nama 'Rising Lion', mengambil inspirasi dari ikonografi monarki Iran pra-1979 di bawah Shah dalam apa yang tampaknya merupakan tindakan perang psikologis dan provokasi ideologis yang diperhitungkan.

Mengapa Israel Mengaitkan Operasi Rising Lion dengan Bendera Shah Iran sebelum Revolusi?

1. Menggaungkan Dinasti Pahlevi

Dalam sebuah posting X pada hari Selasa oleh akun resmi berbahasa Persia milik Israel, Tel Aviv tampaknya merujuk pada lambang Singa dan Matahari kekaisaran yang dikaitkan dengan dinasti Pahlavi. Judulnya, dalam bahasa Persia, berbunyi: "Bangkitnya singa-singa untuk kemenangan cahaya atas kegelapan."

Pesan tersebut dibagikan bersama gambar kartun yang memperlihatkan bendera Iran saat ini ditusuk oleh seekor singa emas yang menghunus pedang.

Meskipun Israel belum secara resmi menjelaskan pilihan nama tersebut, banyak yang melihat Singa yang Bangkit sebagai kiasan langsung terhadap lambang era Shah, dalam sebuah langkah yang membingkai kampanye tersebut tidak hanya sebagai militer, tetapi juga ideologis.

Baca Juga: Iran Gunakan Rudal Siluman untuk Menghancurkan Kantor Mossad, Bagaimana Kehebatannya?

2. Merepresentasikan Sejarah Yahudi

Minggu lalu, sebelum melancarkan serangan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan catatan tulisan tangan di Tembok Barat di Yerusalem yang mengutip sebuah ayat Alkitab: "Lihat, suatu bangsa seperti singa betina akan bangkit, dan seperti singa ia mengangkat dirinya sendiri."

Meskipun awalnya dibaca sebagai bingkai agama Yahudi, konfirmasi dari kantor berbahasa Persia milik Israel menunjukkan bahwa pesan yang sebenarnya ditujukan kepada Iran sebagai intimidasi simbolis.

Minggu lalu, Netanyahu - yang dicari oleh ICC atas kejahatan perang di Gaza - menyerukan kepada rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka dan secara terbuka membingkai kampanye militer Israel sebagai momen untuk pergantian rezim di Teheran.

Pada hari Senin, berbicara dengan media Iran International yang didanai Saudi dan anti-Iran, ia menyatakan: "Inilah saatnya. Saat kebebasan Anda sudah dekat—itu sedang terjadi sekarang."

3. Ingin Mengganti Rezim di Iran

Pada hari Minggu, dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Netanyahu mengatakan bahwa pergantian rezim "tentu saja bisa menjadi hasil" dari operasi militer Israel di Israel, meskipun bersikeras bahwa tujuan resminya adalah penghancuran infrastruktur nuklir dan rudal Iran.

Israel meluncurkan operasi Rising Lion pada dini hari Jumat, menyerang lebih dari 100 target nuklir dan militer di seluruh Iran.

Citra satelit yang dirilis selama akhir pekan menunjukkan kerusakan di dekat lokasi nuklir Natanz dan di kota Isfahan.

Israel mengatakan telah menewaskan tokoh-tokoh militer penting, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mohammad Bagheri, komandan Garda Revolusi Hossein Salami, dan beberapa ilmuwan nuklir.

Hingga Minggu, serangan Israel menghantam lebih dari 80 target lain di Teheran, termasuk fasilitas kementerian pertahanan dan lokasi rudal. Kementerian Kesehatan Iran mengatakan 224 orang tewas di ibu kota dan menanggapi dengan rentetan rudal, menewaskan puluhan warga Israel dan melukai ratusan lainnya.

Serangan lain di Bat Yam menewaskan enam orang, sementara empat anggota keluarga yang sama tewas di Tamra. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di sebuah pembangkit listrik di Haifa.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved