Kurang Daya Angkat, Pilot Tarik Tuas: Apa yang Mungkin Terjadi di Kokpit Pesawat Air India?

Kamis, 12 Juni 2025 - 21:45 WIB
loading...
Kurang Daya Angkat,...
Asap membumbung dari lokasi kecelakaan pesawat Air India. Foto/ndtv
A A A
AHMEDABAD - Penerbangan Air India AI-171, dari Ahmedabad ke London, jatuh tak lama setelah lepas landas, setelah mencapai ketinggian hanya 672 kaki. NDTV berdasarkan kesaksian ahli telah menyimpulkan apa yang mungkin terjadi dalam beberapa detik terakhir di kokpit pesawat itu.

Boeing 787-8 Dreamliner membawa 242 orang di dalamnya, yang terdiri atas 230 penumpang, 10 awak, dan dua pilot, jatuh pada pukul 1.38 siang, tak lama setelah lepas landas dari bandara Ahmedabad.

Rekaman video menunjukkan pesawat berjuang mendapatkan ketinggian sebelum mulai kehilangan daya angkat (gaya ke atas yang memungkinkan pesawat tetap mengudara) dan jatuh, meledak dalam bola api besar.

Berdasarkan analisis rekaman video, para ahli mengatakan Boeing 787-8 Dreamliner, model yang memiliki catatan keselamatan yang sangat baik, lepas landas dari landasan pacu di Ahmedabad dan mengalami sedikit daya dorong segera setelahnya.

“Para pilot, akan menarik tuas kendali pada saat itu untuk mencoba mendapatkan daya angkat dan ketinggian, dan video tersebut memperlihatkan roda pendaratan pesawat juga turun,” ungkap para ahli penerbangan.

Panggilan darurat dikeluarkan segera setelah lepas landas, yang menunjukkan pesawat dalam keadaan darurat.

Para ahli mengatakan saat daya angkat menurun, para pilot pasti telah mencoba menarik hidung pesawat ke atas, tetapi pesawat terus turun.

“174 knot adalah kecepatan maksimum yang dapat dicapai pesawat, yang seharusnya jauh lebih tinggi, yang menunjukkan mesin tidak menghasilkan cukup tenaga,” papar para ahli.

"Lepas landasnya sempurna dan, saya yakin, tanpa mengangkat roda pendaratan, pesawat mulai turun, yang hanya dapat terjadi jika mesin kehilangan tenaga atau pesawat berhenti mengembangkan daya angkat. Jelas, penyelidikan akan mengungkapkan alasan pastinya," ujar Kapten Saurabh Bhatnagar, mantan pilot senior, mengatakan kepada NDTV.

Pesawat itu membawa 169 warga negara India, 53 warga negara Inggris, seorang warga negara Kanada, dan 7 warga negara Portugis. Air India juga telah menyiapkan nomor hotline khusus: 1800 5691 444.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan ia "terkejut" oleh tragedi tersebut dan ia telah menghubungi para menteri dan pejabat berwenang.

“Tragedi di Ahmedabad telah mengejutkan dan membuat semua kita sedih. Sungguh menyayat hati yang tak terlukiskan. Di saat yang menyedihkan ini, pikiran saya tertuju kepada semua orang yang terkena dampaknya. Telah menghubungi para menteri dan pejabat berwenang yang tengah berupaya membantu mereka yang terkena dampak,” ujar Modi.

Baca juga: Detik-detik Mengerikan saat Pesawat Air India Jatuh dan Meledak di Ahmedabad
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
7 Penyebab Utama Hiperinflasi...
7 Penyebab Utama Hiperinflasi yang Terjadi di Zimbabwe
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved