Calon PM Jepang Suga Janjikan Asuransi Tanggung Perawatan Kesuburan

Selasa, 08 September 2020 - 15:45 WIB
loading...
Calon PM Jepang Suga...
Calon Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Calon Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga menjanjikan asuransi menanggung biaya perawatan kesuburan yang mahal.

Suga menjelaskan tingkat kelahiran yang rendah di Jepang menjadi tantangan jangka panjang. Dia pun berjanji menciptakan lingkungan di mana wanita dapat tetap sehat dan berperan aktif dalam masyarakat.

Komentarnya itu memperkuat harga saham di perusahaan-perusahaan pembuat perawatan kesuburan, dengan ASKA Pharmaceutical Co Ltd naik 16%.

“Untuk memperluas dukungan rumah tangga yang ingin melahirkan anak, kami akan membuat perawatan kesuburan ditanggung asuransi,” kata Suga.

Kebijakan PM Jepang Shinzo Abe mendorong peran wanita dalam ekonomi dan politik sebagai pilar upayanya mengatasi tingkat kelahiran bayi yang rendah dan populasi yang menua di Jepang.

Namun kesenjangan gender di Jepang melebar di era pemerintahan Abe dan tingkat kelahiran bayi mencapai level terendah tahun lalu.

Pemerintahan Abe menyebut populasi yang menua dan turunnya jumlah kelahiran bayi sebagai krisis nasional. Abe pun menerapkan pendidikan gratis untuk anak pra-sekolah dan layanan daycare gratis untuk anak mulai tahun lalu. (Baca Juga: Inggris Akui Utang pada Iran Sebesar Rp7,8 Triliun Selama 40 Tahun)

Namun pemerintahannya masih mendapat kritik bahwa para ibu yang bekerja berada dalam daftar tunggu yang lama agar anak mereka masuk dalam program tersebut. (Baca Infografis: Badai Haishen terjang Jepang, Curah Hujan Sangat Tinggi)

Meski Suga berjanji menerapkan kebijakan Abe yang sudah berjalan di bidang ekonomi, dia menyatakan dukungan perawatan kesuburan menjadi salah satu janji kampanyenya. (Lihat Video: Gara-Gara Kompor Warga, Permukiman Padat di Jatinegara Ludes Terbakar)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved