Jam Malam Diberlakukan di Los Angeles, Penangkapan Demonstran Makin Masif

Rabu, 11 Juni 2025 - 15:57 WIB
loading...
A A A
"Saya pikir jelas mereka melakukannya demi keselamatan," katanya tentang jam malam.

"Tetapi saya tidak berpikir bahwa bagian dari masalahnya adalah protes damai. Apa pun yang terjadi di sisi lain yang memicu kekerasan."

Pada protes terbesarnya, beberapa ribu orang turun ke jalan, tetapi massa yang lebih kecil telah menggunakan kegelapan untuk membakar, mencoret-coret grafiti, dan memecahkan jendela.

Pada malam hari, Senin, 23 bisnis dijarah, kata polisi, seraya menambahkan bahwa lebih dari 500 orang telah ditangkap selama beberapa hari terakhir.

Protes terhadap penangkapan imigrasi oleh penegak hukum federal juga bermunculan di kota-kota di seluruh negeri, termasuk New York, Atlanta, Chicago, San Francisco, dan Austin.

Trump telah memerintahkan 4.000 pasukan Garda Nasional ke Los Angeles, bersama dengan 700 Marinir yang bertugas aktif, dalam apa yang ia klaim sebagai eskalasi yang diperlukan untuk mengambil kembali kendali -- meskipun penegak hukum setempat bersikeras bahwa mereka dapat menangani masalah tersebut.

Seorang juru bicara militer mengatakan Marinir diperkirakan akan turun ke jalan pada hari Rabu.

Misi mereka adalah untuk menjaga fasilitas federal dan untuk menemani "petugas federal dalam operasi penegakan imigrasi guna memberikan perlindungan."

Para demonstran mengatakan kepada AFP bahwa para prajurit "harus dihormati" karena mereka tidak memilih untuk berada di Los Angeles, tetapi Lisa Orman mengecamnya sebagai "konyol."

"Saya di sini untuk parade Dodger," katanya, mengacu pada kemenangan tim LA di Seri Dunia.

"Itu 100 kali lebih besar," katanya, mencap gagasan bahwa Marinir diperlukan sebagai "pertunjukan besar" yang diinginkan Trump.

Pentagon mengatakan pengerahan itu akan membebani pembayar pajak AS sebesar $134 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Trump Sebut Sistem Pemilu...
Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Rekomendasi
Mantan Wakapolri Oegroseno...
Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Berita Terkini
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved