Siapa Garda Nasional AS yang Jadi Polemik dalam Penanganan Kerusuhan di Los Angeles?

Selasa, 10 Juni 2025 - 11:40 WIB
loading...
A A A
Kapan presiden memfederalisasi Garda Nasional di masa lalu? Pada tahun 1957, Presiden Dwight D Eisenhower memfederalisasi Garda Nasional Arkansas untuk menghapus segregasi di sekolah umum setelah putusan Mahkamah Agung AS dalam kasus Brown v Board of Education, yang menetapkan bahwa segregasi rasial di sekolah umum adalah ilegal.

Pada tahun 1992, Gubernur California Pete Wilson dan Presiden George HW Bush, keduanya dari Partai Republik, mengerahkan Garda Nasional untuk meredakan kerusuhan di Los Angeles. Protes, penjarahan, penyerangan, dan pembakaran terjadi setelah empat petugas polisi yang terekam memukuli Rodney King, seorang pria Afrika-Amerika, selama 15 menit dibebaskan dari tuduhan kekerasan berlebihan.

7. Tak Boleh Penegakan Hukum Sipil

Undang-Undang Posse Comitatus tahun 1878 secara umum melarang Garda Nasional dan cabang militer AS lainnya digunakan dalam penegakan hukum sipil.

Presiden dapat menghindari hal ini dengan menggunakan Undang-Undang Pemberontakan tahun 1807, yang memberikan wewenang kepada presiden AS untuk mengerahkan militer guna meredam pemberontakan.

Pada tahun 1965, Presiden Lyndon B Johnson menerapkan undang-undang tersebut dan mengerahkan Garda Nasional untuk melindungi pengunjuk rasa hak-hak sipil di Alabama. Ia melakukannya tanpa melibatkan Gubernur Alabama George Wallace, seorang yang dikenal sebagai penganut segregasi. Sebelum hari Sabtu, ini adalah terakhir kalinya seorang presiden AS mengerahkan Garda Nasional tanpa persetujuan gubernur.

Pada hari Sabtu, alih-alih menggunakan Undang-Undang Pemberontakan, Trump menggunakan hukum federal serupa, yang disebut kewenangan Judul 10, untuk mengerahkan Garda Nasional California tanpa persetujuan Newsom.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Cerita PM Jepang Takaichi...
Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari
Rekomendasi
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Yane Bima Arya Harap...
Yane Bima Arya Harap Setiap Anak Peroleh Kasih Sayang dan Rasa Aman
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved