Rusia Bombardir Pangkalan Udara Ukraina
Senin, 09 Juni 2025 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Pabrikan mobil Renault mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Kementerian Pertahanan Prancis telah menghubungi perusahaan tersebut tentang kemungkinan meluncurkan fasilitas produksi pesawat nirawak di Ukraina, menekankan bahwa belum ada keputusan yang dibuat.
Rusia telah berulang kali menggunakan rudal jelajah dan balistik untuk menyerang lokasi produksi militer Ukraina dan fasilitas peluncuran pesawat nirawak, dalam apa yang digambarkannya sebagai upaya untuk melemahkan operasi jarak jauh Kiev. Moskow juga telah meningkatkan produksi senjatanya sendiri.
Intelijen militer Ukraina mengatakan kepada The Economist bulan lalu bahwa pasukan Rusia mungkin akan segera dapat mengerahkan lebih dari 1.000 pesawat nirawak jarak jauh per malam. Moskow dilaporkan menggunakan platform tersebut baik sebagai umpan maupun untuk pengintaian, selain mengirimkan muatan peledak yang dikoordinasikan dengan serangan rudal.
Vladimir Zelensky dari Ukraina menyalahkan pemerintah Barat karena tidak menyediakan pertahanan udara yang cukup untuk melawan serangan Rusia. Dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada hari Minggu, ia menuduh Presiden AS Donald Trump mengalihkan pengiriman rudal anti-pesawat nirawak, yang telah dijanjikan ke Kiev oleh pemerintahan sebelumnya, ke Timur Tengah.
Rusia telah berulang kali menggunakan rudal jelajah dan balistik untuk menyerang lokasi produksi militer Ukraina dan fasilitas peluncuran pesawat nirawak, dalam apa yang digambarkannya sebagai upaya untuk melemahkan operasi jarak jauh Kiev. Moskow juga telah meningkatkan produksi senjatanya sendiri.
Intelijen militer Ukraina mengatakan kepada The Economist bulan lalu bahwa pasukan Rusia mungkin akan segera dapat mengerahkan lebih dari 1.000 pesawat nirawak jarak jauh per malam. Moskow dilaporkan menggunakan platform tersebut baik sebagai umpan maupun untuk pengintaian, selain mengirimkan muatan peledak yang dikoordinasikan dengan serangan rudal.
Vladimir Zelensky dari Ukraina menyalahkan pemerintah Barat karena tidak menyediakan pertahanan udara yang cukup untuk melawan serangan Rusia. Dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada hari Minggu, ia menuduh Presiden AS Donald Trump mengalihkan pengiriman rudal anti-pesawat nirawak, yang telah dijanjikan ke Kiev oleh pemerintahan sebelumnya, ke Timur Tengah.
(ahm)
Lihat Juga :