Los Angeles Rusuh, Presiden Donald Trump Kerahkan 2.000 Tentara Garda Nasional

Minggu, 08 Juni 2025 - 10:00 WIB
loading...
Los Angeles Rusuh, Presiden...
Wilayah Los Angeles, California, dilanda kerusuhan terkait kebijakan imigrasi. Presiden AS Donald Trump kerahkan 2.000 tentara Garda Nasional untuk redam kerusuhan. Foto/Screenshot video USA Today
A A A
LOS ANGELES - Wilayah Los Angeles, California, dilanda kerusuhan setelah beberapa hari protes atas kebijakan imigrasi. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memerintahkan pengerahan 2.000 tentara Garda Nasional untuk meredam kerusuhan.

Siaran pers Gedung Putih mengatakan: "Dalam beberapa hari terakhir, massa yang melakukan kekerasan telah menyerang Petugas ICE dan Agen Penegak Hukum Federal yang sedang melaksanakan operasi deportasi dasar di Los Angeles, California."

"Operasi ini penting untuk menghentikan dan membalikkan invasi penjahat ilegal ke Amerika Serikat. Setelah kekerasan ini, para pemimpin Demokrat California yang tidak berdaya telah sepenuhnya mengabaikan tanggung jawab mereka untuk melindungi warga negara mereka. Itulah sebabnya Presiden Trump telah menandatangani Nota Presiden yang mengerahkan 2.000 Garda Nasional untuk mengatasi pelanggaran hukum yang dibiarkan berlarut-larut," imbuh Gedung Putih.

Baca Juga: 87 Mahasiswa Indonesia Terancam Diusir dari Universitas Harvard, Ini Respons Kemlu

Dalam beberapa hari terakhir protes keras pecah di wilayah tersebut. Massa bentrok dengan petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE).

Kerusuhan terbaru pecah di kota Paramount, tempat para demonstran berhadapan dengan personel ICE di tengah laporan operasi deportasi yang sedang berlangsung.

Meskipun tidak ada penggerebekan yang terjadi di lokasi yang dimaksud, ketegangan meningkat di dekat toko Home Depot, tempat gas air mata dan peluru yang tidak mematikan ditembakkan untuk membubarkan kerumunan.

"Kerusuhan dan kriminal," tulis Trump di Truth Social. “Jika Gubernur Gavin Newscum, dari California, dan Wali Kota Karen Bass, dari Los Angeles, tidak dapat melakukan tugas mereka, yang semua orang tahu tidak dapat mereka lakukan, maka Pemerintah Federal akan turun tangan dan menyelesaikan masalah...sebagaimana seharusnya!!!”

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan presiden telah menandatangani Nota Presiden yang mengesahkan pengerahan pasukan Garda Nasional, dengan mengacu pada serangan terhadap petugas ICE dan pelanggaran hukum yang dibiarkan berlarut-larut.

Dia menegaskan kembali sikap tanpa toleransi pemerintah terhadap kekerasan yang ditujukan pada penegak hukum.

Kepala perbatasan pemerintah Trump, Tom Homan, yang saat ini mengawasi operasi di lapangan, mengatakan kepada Fox News: “Kami akan mengerahkan Garda Nasional malam ini. Kami akan terus melakukan tugas kami. Kami akan melawan orang-orang ini.”

“Rakyat Amerika, ini tentang menegakkan hukum.. Dan sekali lagi, kami tidak akan meminta maaf karena melakukannya,” tegas Homan.

“Anda memiliki hak Amandemen Pertama, tetapi jika Anda melewati batas tersebut, atau Anda menyentuh petugas atau merusak properti, Anda akan dituntut," imbuh dia, yang dilansir Minggu (8/6/2025).

Sheriff Los Angeles County Robert Luna mengatakan bahwa para deputinya awalnya menanggapi “pengambilalihan jalan” tetapi kemudian dihubungi oleh agen federal yang mengatakan bahwa mereka diserang.

“Akhirnya, kerumunan itu bertambah menjadi antara 350 dan 400 orang, dan beberapa mulai melemparkan benda-benda ke arah para agen,” kata Luna kepada wartawan.

Dia menekankan bahwa departemennya tidak terlibat dalam penegakan hukum imigrasi tetapi mendukung sesama petugas yang berada di bawah tekanan.

Wali Kota Peggy Lemons dari Paramount mengkritik pemerintah federal karena gagal memberi tahu otoritas setempat sebelumnya.

“Hanya ada kurangnya komunikasi… sehingga kami dapat menanganinya dengan lebih baik dan lebih siap untuk mendidik warga kami,” katanya.

“Orang-orang hanya ketakutan. Dan ketika Anda menangani berbagai hal dengan cara yang tampaknya seperti ini, tidak mengherankan jika kekacauan akan terjadi.”

Protes tersebut menyusul tiga penggerebekan imigrasi yang dilakukan di Los Angeles pada hari Jumat, yang mengakibatkan 44 penangkapan administratif dan penahanan presiden SEIU California David Huerta atas tuduhan menghalangi penyelidikan.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyebut insiden itu sebagai kerusuhan dan memperingatkan tentang penuntutan bagi siapa pun yang menyakiti petugas penegak hukum.

Wakil Direktur FBI Dan Bongino menambahkan: "Anda menimbulkan kekacauan, dan kami akan memborgol."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved