Militer Israel Hadapi Krisis Peralatan dan Kegagalan Teknis yang Parah di Gaza

Sabtu, 07 Juni 2025 - 09:28 WIB
loading...
Militer Israel Hadapi...
Mobilitas militer Israel terus berlanjut di sepanjang garis perbatasan Jalur Gaza pada 3 Juni 2025 di Israel. Foto/Tsafrir Abayov/Anadolu Agency
A A A
TEL AVIV - Militer Israel menghadapi tantangan logistik dan mekanis yang semakin meningkat di tengah perang yang berkepanjangan di Gaza. Kegagalan teknis yang terus meningkat memengaruhi tank, kendaraan lapis baja, dan persenjataannya.

Kondisi itu diungkap dalam laporan media Israel pada hari Jumat (6/6/2025), Anadolu melaporkan.

Harian Maariv mengutip para prajurit, komandan kompi dan batalion, dan perwira senior yang mengatakan unit militer yang beroperasi di Gaza semakin terhambat oleh peralatan yang usang dan kurangnya suku cadang.

“Brigade Lapis Baja ke-7 melaporkan pada hari Kamis kesulitan serius dalam mengamankan suku cadang tank,” ungkap laporan Maariv.

Laporan itu menambahkan, “Komponen utama seperti mesin, rel, dan sistem kontrol sedang dikuras dari stok tentara, sementara suku cadang lainnya tidak tersedia.”

Seorang perwira senior dari brigade tersebut, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada harian tersebut, “Kami telah berperang selama hampir dua tahun di Gaza, Lebanon, dan Suriah, dan sekarang kembali lagi di Gaza. Kendaraan-kendaraan tersebut memburuk dengan cepat, terus berpindah dari satu misi ke misi lainnya.”

“Tidak seorang pun siap menghadapi kemungkinan perang yang begitu lama. Setiap komponen memiliki masa pakai, dan kita sedang mencapai batas tersebut,” imbuh dia.

Masalah tersebut, menurut Maariv, tidak hanya terjadi pada Brigade ke-7, tetapi juga memengaruhi semua unit tentara reguler, termasuk divisi lapis baja, artileri, dan infanteri.

Harian tersebut mengutip satu insiden baru-baru ini di mana kegagalan teknis pada meriam tank milik Brigade Givati memicu serangkaian peristiwa.

“Senjata itu terlalu panas dan memicu kebakaran di satu lingkungan di Jabalia, Gaza utara. Satu truk pemadam kebakaran dikirim untuk memadamkan api,” ungkap laporan itu.

Laporan itu menambahkan, “Setelah api padam, konvoi pengawal truk pemadam kebakaran disergap pejuang Hamas yang menggunakan alat peledak rakitan, menewaskan tiga tentara dan melukai serius dua lainnya.”

Seorang perwira militer senior mengatakan kepada Maariv, “Kendaraan tempur perlu perawatan, penggantian, dan pembaruan, tetapi tentara menghadapi kekurangan suku cadang yang parah.”

Israel, yang menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, telah melancarkan serangan genosida di Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan hampir 54.700 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Badan-badan bantuan telah memperingatkan tentang risiko kelaparan di antara lebih dari 2 juta penduduk daerah kantong itu.

November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas kejahatan perangnya terhadap warga sipil di daerah kantong itu.

Baca juga: Abu Ubaidah Puji Operasi Elite Al-Qassam, 4 Tentara Israel Tewas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved