Putin Ancam Balas Ukraina setelah 41 Pesawat Rusia Dibom, Perang Nuklir Dikhawatirkan Pecah
Kamis, 05 Juni 2025 - 10:22 WIB
loading...
A
A
A
Mereka yang skeptis terhadap dukungan AS untuk Ukraina memanfaatkan risiko konfrontasi nuklir untuk menyatakan bahwa konflik tersebut mungkin akan lepas kendali.
Para influencer MAGA seperti Steve Bannon dan Charlie Kirk secara terbuka mengutuk gelombang serangan drone Ukraina tersebut, dengan Bannon menyamakan serangan itu dengan serangan Jepang di Pearl Harbor dan Kirk menulis: "Kebanyakan orang tidak memperhatikan, tetapi kita lebih dekat dengan perang nuklir daripada sebelumnya sejak ini dimulai pada tahun 2022."
Namun, penasihat yang lebih berhaluan tengah dalam kubu Trump—termasuk beberapa yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Ukraina—juga memperingatkan bahwa risiko konflik nuklir meningkat karena mereka berusaha mempertahankan minat Trump dalam menengahi perdamaian.
"Tingkat risiko meningkat pesat," kata Keith Kellogg, utusan Trump untuk Ukraina dan Rusia, kepada Fox News.
"Ketika Anda menyerang bagian lawan dari triad [nuklir] mereka, tingkat risiko Anda meningkat karena Anda tidak tahu apa yang akan dilakukan pihak lain. Dan itulah yang mereka lakukan," paparnya.
Kellogg juga mengulang rumor bahwa Ukraina telah menyerang armada nuklir Rusia di Severomorsk, meskipun laporan ledakan di sana belum dikonfirmasi. Dia mengatakan AS berusaha menghindari eskalasi.
Anggota pemerintahan Amerika saat ini dan sebelumnya yang skeptis terhadap dukungan AS untuk Ukraina juga secara vokal menentang serangan drone tersebut.
"Bukan kepentingan Amerika jika Ukraina menyerang pasukan nuklir strategis Rusia sehari sebelum putaran perundingan perdamaian berikutnya," kata Dan Caldwell, penasihat kebijakan luar negeri berpengaruh yang merupakan asisten senior Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth hingga dia disingkirkan di tengah skandal kebocoran rencana perang AS terhadap Houthi bulan lalu.
Para influencer MAGA seperti Steve Bannon dan Charlie Kirk secara terbuka mengutuk gelombang serangan drone Ukraina tersebut, dengan Bannon menyamakan serangan itu dengan serangan Jepang di Pearl Harbor dan Kirk menulis: "Kebanyakan orang tidak memperhatikan, tetapi kita lebih dekat dengan perang nuklir daripada sebelumnya sejak ini dimulai pada tahun 2022."
Namun, penasihat yang lebih berhaluan tengah dalam kubu Trump—termasuk beberapa yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Ukraina—juga memperingatkan bahwa risiko konflik nuklir meningkat karena mereka berusaha mempertahankan minat Trump dalam menengahi perdamaian.
"Tingkat risiko meningkat pesat," kata Keith Kellogg, utusan Trump untuk Ukraina dan Rusia, kepada Fox News.
"Ketika Anda menyerang bagian lawan dari triad [nuklir] mereka, tingkat risiko Anda meningkat karena Anda tidak tahu apa yang akan dilakukan pihak lain. Dan itulah yang mereka lakukan," paparnya.
Kellogg juga mengulang rumor bahwa Ukraina telah menyerang armada nuklir Rusia di Severomorsk, meskipun laporan ledakan di sana belum dikonfirmasi. Dia mengatakan AS berusaha menghindari eskalasi.
Anggota pemerintahan Amerika saat ini dan sebelumnya yang skeptis terhadap dukungan AS untuk Ukraina juga secara vokal menentang serangan drone tersebut.
"Bukan kepentingan Amerika jika Ukraina menyerang pasukan nuklir strategis Rusia sehari sebelum putaran perundingan perdamaian berikutnya," kata Dan Caldwell, penasihat kebijakan luar negeri berpengaruh yang merupakan asisten senior Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth hingga dia disingkirkan di tengah skandal kebocoran rencana perang AS terhadap Houthi bulan lalu.
Lihat Juga :