Zelensky Tolak Ajakan Damai Rusia, Menganggapnya Ultimatum terhadap Ukraina

Kamis, 05 Juni 2025 - 07:22 WIB
loading...
Zelensky Tolak Ajakan...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak ajakan damai seperti yang diusulkan dalam proposal terbaru Rusia. Foto/X @ZelenskyyUa
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak ajakan berdamai seperti usulan terbaru dari Rusia. Dia justru menganggap proposal perdamaian itu sebagai ultimatum Moskow yang tidak dapat diterima terhadap Kyiv.

Delegasi Rusia dan Ukraina saling bertukar peta jalan perdamaian pada pertemuan—yang kedua dalam sebulan ini—di Istanbul pada Senin lalu. Dalam usulannya, Moskow mengusulkan agar Ukraina mengakui kerugian lima bekas wilayahnya yang bergabung dengan Rusia melalui referendum publik, menarik pasukannya dari wilayah tersebut, berkomitmen pada kenetralan, dan membatasi kemampuan militernya sendiri.

Rusia juga melontarkan "proposal paket" untuk gencatan senjata, di mana Kyiv harus menghentikan pengerahan pasukannya, menangguhkan mobilisasi, menghentikan pengiriman senjata asing, dan mengadakan pemilihan presiden.

Baca Juga: Ukraina Bombardir 5 Pangkalan Udara Rusia: Lebih dari 40 Pesawat Dihantam, Termasuk Bomber Nuklir

Zelensky menolak memorandum perdamaian itu begitu saja. “Ini adalah ultimatum, dan tidak akan dianggap serius oleh pihak Ukraina. Memorandum ini adalah kesalahpahaman,” katanya pada hari Rabu.

Zelensky mengatakan konsesi teritorial apa pun kepada Rusia akan melanggar konstitusi Ukraina.

Pimpinan negosiator Rusia dalam perundingan Istanbul, Vladimir Medinsky, membela memorandum perdamaian tersebut, yang menggambarkannya sebagai kesempatan untuk mengakhiri konflik.

“Ini bukan ultimatum. Ini adalah proposal yang benar-benar akan memungkinkan tercapainya perdamaian sejati—atau setidaknya gencatan senjata—dan membuat langkah besar menuju tercapainya perdamaian jangka panjang,” katanya, yang dilansir Russia Today, Kamis (5/6/2025).

Di sisi lain, Zelensky juga mengkritik proses diplomatik itu sendiri, dengan mengatakan, “Melanjutkan pertemuan diplomatik di Istanbul pada tingkat yang tidak memutuskan apa pun—itu tidak ada artinya.”

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa Zelensky mengabaikan hasil perundingan tersebut karena fokus pembicaraan bukan pada bantuan keuangan atau pasokan senjata, tetapi pada sumber daya manusia.

Zakharova merujuk pada kesepakatan Moskow dan Kyiv untuk melakukan pertukaran tahanan terbesar hingga saat ini, yang diperkirakan akan berlangsung akhir pekan ini dan melibatkan 1.200 orang di masing-masing pihak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Berita Terkini
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved