Perekonomian China dalam Pusaran Krisis Terbesar sejak Dua Dekade Terakhir

Senin, 02 Juni 2025 - 10:44 WIB
loading...
A A A
Pengangguran perkotaan naik ke 5,3%, sementara pengangguran pemuda diperkirakan mencapai 50%. Pemerintah berhenti mempublikasikan data resmi setelah angka resmi melewati 21%, memicu kekhawatiran soal transparansi.

Sejumlah universitas di China terus mencetak lulusan yang kesulitan mendapat kerja, sementara pabrik-pabrik kekurangan tenaga kerja karena generasi muda lebih memilih kerja lepas. Ketidakseimbangan ini menjadi tantangan serius bagi stabilitas ketenagakerjaan dan pertumbuhan jangka panjang.

Mata uang Yuan mengalami tekanan depresiasi seiring percepatan arus modal keluar, akibat turunnya laba perusahaan dan melemahnya kepercayaan investor. Upaya bank sentral untuk menstabilkan nilai tukar dan menarik investasi asing belum membuahkan hasil signifikan.

Raksasa semikonduktor SMIC melaporkan penurunan penjualan, mencerminkan tekanan industri yang meluas. Di sisi lain, perusahaan global mulai menimbun komponen penting sebagai antisipasi gangguan rantai pasok, menandakan ketidakpastian yang meningkat terhadap stabilitas ekonomi dan dominasi manufaktur China.

Krisis Pendapatan Menengah


Semua krisis ini saling terkait: deflasi memicu PHK, yang menekan konsumsi. Krisis properti melemahkan keuangan daerah, meningkatkan utang. Penurunan ekspor memperburuk pengangguran, memperlemah permintaan. Tak seperti Jepang, China belum memiliki keunggulan teknologi dan industri untuk mengatasi stagnasi jangka panjang, dan kini terjebak dalam krisis pendapatan menengah.

Bank Sentral China memang telah memangkas suku bunga acuan ke rekor terendah untuk mengurangi dampaknya. Namun analis memperingatkan, pemangkasan suku bunga semata tak akan cukup menggairahkan permintaan kredit maupun aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Dengan proyeksi pertumbuhan PDB sebesar 5% untuk tahun 2025, China menghadapi tantangan besar dalam menstabilkan ekonominya di tengah tekanan domestik dan global. Fakta yang paling mencemaskan: krisis ini bukan lagi ancaman di kejauhan, tetapi sedang berlangsung saat ini.

Apakah Beijing bisa membalikkan keadaan atau akan terseret dalam stagnasi panjang, masih menjadi tanda tanya. Namun satu hal sudah jelas—fasad stabilitas mulai runtuh, dan dunia sedang mengamati.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved