Israel Terus Hambat Upaya Mewujudkan Negara Palestina

Minggu, 01 Juni 2025 - 18:20 WIB
loading...
A A A
Israel telah mempercepat pembangunan permukiman dalam beberapa tahun terakhir — jauh sebelum serangan teroris Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang memicu perang di Gaza. Permukiman tersebut telah membatasi warga Palestina di wilayah yang semakin sempit di Tepi Barat dan membuat prospek pembentukan negara merdeka yang layak menjadi semakin jauh.

Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut langkah tersebut sebagai "eskalasi yang berbahaya" dan menuduh Israel telah membawa wilayah tersebut ke dalam "siklus kekerasan dan ketidakstabilan."

"Pemerintah Israel yang ekstremis ini berusaha dengan segala cara untuk mencegah pembentukan negara Palestina yang merdeka," kata juru bicara tersebut, Nabil Abu Rudeineh, kepada kantor berita Reuters.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas — kelompok yang oleh AS dan Israel telah ditetapkan sebagai teroris yang menguasai Gaza — menuduh Israel melakukan "percepatan upaya untuk melakukan Yahudisasi tanah Palestina sebagai bagian dari proyek aneksasi yang eksplisit."

"Ini merupakan tantangan yang kurang ajar terhadap keinginan internasional dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata kelompok militan Palestina tersebut.

Sekutu Barat, Yordania, juga mengecam tindakan tersebut sebagai tindakan ilegal, dan mengatakan bahwa tindakan tersebut "merusak prospek perdamaian dengan memperkuat pendudukan." Kementerian luar negeri Yordania memperingatkan bahwa "tindakan sepihak tersebut semakin mengikis kelangsungan solusi dua negara dengan menghalangi pembentukan negara Palestina yang berdaulat."

Menteri Inggris untuk Timur Tengah, Hamish Falconer, mengecam keputusan tersebut sebagai "rintangan yang disengaja bagi kenegaraan Palestina," dengan mengatakan bahwa permukiman "membahayakan solusi dua negara, dan tidak melindungi Israel." Warga Palestina berdiri saat mereka dihalangi oleh tentara Israel untuk memasuki kamp pengungsi Tulkarm untuk mengambil barang-barang mereka, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 26 Mei 2025.

Melansir CBS News, selama masa jabatan pertamanya, pemerintahan Presiden Trump memutuskan hubungan dengan kebijakan luar negeri AS selama beberapa dekade dengan mendukung klaim Israel atas wilayah yang direbut dengan paksa dan mengambil langkah-langkah untuk melegitimasi permukiman tersebut. Mantan Presiden Joe Biden, seperti sebagian besar pendahulunya menentang permukiman tersebut tetapi tidak memberikan banyak tekanan kepada Israel untuk mengekang pertumbuhannya.

Pengadilan tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan tahun lalu bahwa kehadiran Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah melanggar hukum dan menyerukan agar hal itu diakhiri, dan pembangunan permukiman segera dihentikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved