Israel Terus Hambat Upaya Mewujudkan Negara Palestina

Minggu, 01 Juni 2025 - 18:20 WIB
loading...
A A A
Israel mengecam pendapat yang tidak mengikat oleh panel 15 hakim dari Mahkamah Internasional, dengan mengatakan bahwa wilayah tersebut adalah bagian dari tanah air bersejarah orang-orang Yahudi.

Israel menarik permukimannya dari Jalur Gaza pada tahun 2005, tetapi tokoh-tokoh terkemuka dalam pemerintahan saat ini telah menyerukan agar permukiman tersebut dibangun kembali dan sebagian besar penduduk Palestina di wilayah tersebut dipindahkan ke tempat lain melalui apa yang mereka gambarkan sebagai emigrasi sukarela.

Orang-orang Palestina memandang rencana tersebut sebagai cetak biru untuk pengusiran paksa mereka dari tanah air mereka, dan para ahli mengatakan rencana tersebut kemungkinan akan melanggar hukum internasional.

Israel kini menguasai lebih dari 70% wilayah Gaza, menurut Yaakov Garb, seorang profesor studi lingkungan di Universitas Ben Gurion, yang telah meneliti pola penggunaan lahan Israel-Palestina selama beberapa dekade.

Wilayah tersebut mencakup zona penyangga di sepanjang perbatasan dengan Israel serta kota selatan Rafah, yang kini sebagian besar tidak berpenghuni, dan wilayah luas lainnya yang diperintahkan Israel untuk dievakuasi.

Perang dimulai dengan serangan Hamas pada 7 Oktober, di mana teroris menyerbu Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menculik 251 orang. Hamas masih menyandera 58 orang, sekitar sepertiganya diyakini masih hidup, setelah sebagian besar sisanya dibebaskan melalui perjanjian gencatan senjata. Pasukan Israel telah menyelamatkan delapan orang dan menemukan puluhan jenazah.

Serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 54.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, yang tidak membedakan antara korban sipil dan kombatan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Berita Terkini
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved