Tinjauan Pertahanan Inggris: Rusia Bahaya Mendesak, China Tantangan Canggih

Minggu, 01 Juni 2025 - 11:51 WIB
loading...
Tinjauan Pertahanan...
Tinjauan pertahanan strategis Inggris menilai Rusia sebagai bahaya langsung dan mendesak, sedangkan China sebagai tantangan canggih yang terus-menerus. Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
LONDON - Pemerintah Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer akan menerbitkan tinjauan pertahanan strategis pada hari Senin (2/6/2025). Tinjauan itu akan memperingatkan tentang tantangan yang ditimbulkan oleh Rusia dan China.

Tinjauan tersebut, rencana 10 tahun untuk peralatan dan layanan militer, akan memperingatkan tentang bahaya langsung dan mendesak yang ditimbulkan oleh Rusia, menurut laporan surat kabar The Guardian.

Dokumen setebal 130 halaman tersebut, yang disiapkan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh mantan sekretaris jenderal NATO George Robertson, juga akan menggambarkan China sebagai tantangan yang canggih dan terus-menerus, yang terkadang bersedia bekerja sama dengan Rusia.

Baca Juga: Jerman Akui Mustahil Mengalahkan Rusia karena Memiliki Senjata Nuklir

Selain Rusia dan China, tinjauan pertahanan strategis Inggris juga memasukkan Iran dan Korea Utara sebagai "pengganggu regional" yang lebih kecil.

Sekadar diketahui, sejak perang pecah di Ukraina pada tahun 2022, Rusia telah menandatangani kesepakatan penting dengan beberapa musuh Barat; China, Iran, dan Korea Utara.

Tinjauan tersebut, yang disusun oleh Robertson bersama mantan penasihat presiden Amerika Serikat Fiona Hill, dan mantan komandan Inggris Richard Barrons, juga kemungkinan akan mempertanyakan kekuatan tentara Inggris, yang saat ini berjumlah sekitar 100.000 personel.

Pada hari Sabtu, diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, juga mengatakan bahwa Eropa melihat ancaman Rusia-China sebagai "tantangan terbesar" dunia.

"Ketika China dan Rusia berbicara tentang memimpin bersama perubahan yang tidak terlihat dalam seratus tahun dan tentang revisi tatanan keamanan global, kita semua seharusnya sangat khawatir," kata Kallas kepada hadirin di konferensi keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura.

"Jika Anda khawatir tentang China, Anda seharusnya khawatir tentang Rusia," imbuh dia.

Enam Pabrik Senjata Baru di Inggris


Pemerintah Inggris pada hari Sabtu mengatakan akan membangun setidaknya enam pabrik baru yang memproduksi senjata dan bahan peledak sebagai bagian dari tinjauan besar atas kemampuan pertahanannya.

Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa pemerintah yang dipimpin oleh PM Starmer akan menginvestasikan lebih dari £1 miliar dalam "Digital Targeting Web" untuk mempelopori pertempuran di medan perang, menerapkan pelajaran yang dipelajari dari Ukraina kepada Angkatan Bersenjata Inggris.

"Pelajaran yang diperoleh dengan susah payah dari perang ilegal [Presiden Rusia Vladimir] Putin di Ukraina tidak membuat kita berilusi bahwa konflik di masa depan akan dimenangkan melalui pasukan yang terhubung lebih baik, diperlengkapi dengan lebih baik, dan berinovasi lebih cepat daripada musuh mereka," kata Menteri Pertahanan John Healey dalam sebuah pernyataan.

"Kami akan memberikan Angkatan Bersenjata kami kemampuan untuk bertindak dengan kecepatan yang belum pernah terlihat sebelumnya - menghubungkan kapal, pesawat, tank, dan operator sehingga mereka dapat berbagi informasi penting secara instan dan menyerang lebih jauh dan lebih cepat," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Logo HUT ke-81 RI Resmi...
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Berita Terkini
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved