AS Kerahkan Kapal Induk Nuklir USS Nimitz ke Laut China Selatan, Ini Respons Marah China

Minggu, 01 Juni 2025 - 06:49 WIB
loading...
AS Kerahkan Kapal Induk...
AS kerahkan kembali kapal induk bertenga nuklir USS Nimitz ke Laut China Selatan, memicu kemarahan China. Foto/UK Defence Journal
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan kembali kapal induk bertenaga nuklir USS Nimitz ke Laut China Selatan yang disengketakan. Kehadiran USS Nimitz dengan senjata tempurnya itu memicu kemarahan China.

Dalam sebuah unggahan yang menyoroti pengerahan tersebut, Departemen Pertahanan AS membagikan gambar jet-jet tempur EA-18G Growler dari Skuadron Tempur 139 (VAQ-139) yang terbang tinggi di atas kapal tersebut, menulis "BRINGING THE HEAT!" dan menegaskan kembali bahwa USS Nimitz siap untuk memproyeksikan kekuatan dan menunjukkan kemampuan mematikan di wilayah tersebut.

Angkatan Laut AS menyatakan bahwa USS Nimitz dan kelompok penyerangnya memberikan kehadiran yang terlihat dan siap tempur di Pasifik Barat untuk meyakinkan sekutu dan menegakkan hukum maritim internasional.

Baca Juga: Macron Ancam China dengan Ekspansi NATO ke Asia Tenggara

Seorang juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS yang berbasis di Jepang mengatakan kepada UK Defence Journal bahwa kehadiran kapal tersebut menggarisbawahi komitmen Amerika terhadap kebebasan navigasi dan stabilitas regional. Hal ini terjadi di saat ketegangan meningkat karena tindakan China yang semakin agresif di Laut China Selatan.

China terus mengeklaim kedaulatan atas sebagian besar Laut China Selatan berdasarka peta kunonya yang dikenal sebagai "nine-dash line (sembilan garis putus-putus)", meskipun ada klaim yang tumpang tindih dari beberapa negara Asia Tenggara.

Putusan pengadilan internasional tahun 2016 menyatakan klaim Beijing tidak memiliki dasar hukum. Namun China tetap menolak putusan tersebut.

Pembangunan militer China di pulau-pulau yang disengketakan, termasuk landasan pacu dan sistem radar, telah menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara tetangga dan masyarakat internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Presiden Nikaragua Daniel...
Presiden Nikaragua Daniel Ortega Hapus Pemilu di Negaranya, Ini Alasannya
Rekomendasi
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved