Profil Xi Mingze: Jejak Senyap Putri Tunggal Presiden China dari Harvard hingga Balik Tembok Kekuasaan
Jum'at, 30 Mei 2025 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurut China Times, dia dijuluki "Xiao Muzi" oleh kakeknya—revolusioner Komunis dan mantan pejabat negara Xi Zhongxun.
"Dia menunjuknya sebagai sosok polos dan sopan yang berguna bagi masyarakat," tulis media China tersebut.
"Dia terkenal sebagai gadis yang sederhana dan suka bergaul, membaca dan fashion di antara hobinya," demikian profil singkat Xi Mingze tahun 2012 yang ditulis surat kabar Taiwan.
Pada 2008, setelah gempa bumi Sichuan yang dahsyat, Xi Mingze yang kala itu remaja berusia 16 tahun meminta cuti sekolah untuk menghabiskan satu minggu guna membantu korban bencana, termasuk merawat para korban yang selamat.
Hal itu diungkap ibunya, Peng Liyuan, kepada media setempat kala itu. Ditanya apakah dia khawatir tentang keselamatan putrinya, Peng berkata; “Karena gempa bumi telah merenggut begitu banyak nyawa dan memicu bencana besar, putri saya harus pergi ke garis depan untuk membantu. Selama tujuh hari sebagai sukarelawan, dia bekerja keras dan tidak pernah mengeluh. Dia belajar banyak dan juga membuat banyak teman lokal. Dia mengatakan orang-orang di Sichuan ramah, kuat, dan baik hati."
Pada tahun 2013, dia tampil bersama orang tuanya dalam kunjungan ke desa Liangjiahe di Yan'an, tempat ayahnya pernah bekerja selama Revolusi Kebudayaan.
Setelah lulus dari Universitas Harvard, Xi Mingze kembali ke China dan tetap menjaga kehidupan pribadinya dari sorotan media.
"Dia menunjuknya sebagai sosok polos dan sopan yang berguna bagi masyarakat," tulis media China tersebut.
"Dia terkenal sebagai gadis yang sederhana dan suka bergaul, membaca dan fashion di antara hobinya," demikian profil singkat Xi Mingze tahun 2012 yang ditulis surat kabar Taiwan.
Pada 2008, setelah gempa bumi Sichuan yang dahsyat, Xi Mingze yang kala itu remaja berusia 16 tahun meminta cuti sekolah untuk menghabiskan satu minggu guna membantu korban bencana, termasuk merawat para korban yang selamat.
Hal itu diungkap ibunya, Peng Liyuan, kepada media setempat kala itu. Ditanya apakah dia khawatir tentang keselamatan putrinya, Peng berkata; “Karena gempa bumi telah merenggut begitu banyak nyawa dan memicu bencana besar, putri saya harus pergi ke garis depan untuk membantu. Selama tujuh hari sebagai sukarelawan, dia bekerja keras dan tidak pernah mengeluh. Dia belajar banyak dan juga membuat banyak teman lokal. Dia mengatakan orang-orang di Sichuan ramah, kuat, dan baik hati."
Pada tahun 2013, dia tampil bersama orang tuanya dalam kunjungan ke desa Liangjiahe di Yan'an, tempat ayahnya pernah bekerja selama Revolusi Kebudayaan.
Setelah lulus dari Universitas Harvard, Xi Mingze kembali ke China dan tetap menjaga kehidupan pribadinya dari sorotan media.
Lihat Juga :