Sosok Mohammad Sinwar, Hantu Hamas yang Berkali-kali Mengecoh Intelijen Israel
Jum'at, 30 Mei 2025 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga secara luas diyakini sebagai salah satu dalang serangan lintas batas tahun 2006 dan penculikan tentara Israel Gilad Shalit.
Hamas menahan Shalit selama lima tahun sebelum dia ditukar dengan lebih dari 1.000 warga Palestina yang dipenjara oleh Israel.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, saudaranya; Yahya Sinwar, yang perencanaan cermatnya untuk serangan tahun 2023 menghancurkan reputasi Israel sebagai kekuatan yang tak terkalahkan di wilayah yang bermusuhan, termasuk di antara mereka yang dibebaskan.
Netanyahu telah bersumpah untuk membasmi Hamas, dan serangan terhadap Gaza oleh militer paling canggih dan maju di Timur Tengah telah sangat melemahkan organisasi tersebut.
Namun, kelompok yang dibentuk selama pemberontakan Palestina pertama terhadap pendudukan Israel pada tahun 1987 dan yang melakukan bom bunuh diri yang membuat trauma warga Israel pada pemberontakan kedua, masih berdiri.
Lahir pada tanggal 16 September 1975, Mohammed Sinwar jarang muncul di depan umum atau berbicara kepada media.
Sedangkan Yahya Sinwar tewas dalam pertempuran selama patroli rutin militer Israel di Gaza pada tahun 2024.
Israel merilis rekaman Yahya Sinwar yang terluka parah saat melemparkan sepotong kayu ke pesawat nirawak yang melayang, tindakan perlawanan terakhirnya terhadap musuh lamanya sebelum kematiannya dan kebangkitan saudaranya.
Keluarga Sinwar awalnya berasal dari Asqalan—sekarang kota Ashkelon di Israel—dan menjadi pengungsi seperti ratusan ribu warga Palestina lainnya dalam apa yang mereka sebut Nakba atau bencana, selama kelahiran Negara Israel selama perang tahun 1948.
Hamas menahan Shalit selama lima tahun sebelum dia ditukar dengan lebih dari 1.000 warga Palestina yang dipenjara oleh Israel.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, saudaranya; Yahya Sinwar, yang perencanaan cermatnya untuk serangan tahun 2023 menghancurkan reputasi Israel sebagai kekuatan yang tak terkalahkan di wilayah yang bermusuhan, termasuk di antara mereka yang dibebaskan.
Reputasi Mohammed Sinwar sebagai Garis Keras
Netanyahu telah bersumpah untuk membasmi Hamas, dan serangan terhadap Gaza oleh militer paling canggih dan maju di Timur Tengah telah sangat melemahkan organisasi tersebut.
Namun, kelompok yang dibentuk selama pemberontakan Palestina pertama terhadap pendudukan Israel pada tahun 1987 dan yang melakukan bom bunuh diri yang membuat trauma warga Israel pada pemberontakan kedua, masih berdiri.
Lahir pada tanggal 16 September 1975, Mohammed Sinwar jarang muncul di depan umum atau berbicara kepada media.
Sedangkan Yahya Sinwar tewas dalam pertempuran selama patroli rutin militer Israel di Gaza pada tahun 2024.
Israel merilis rekaman Yahya Sinwar yang terluka parah saat melemparkan sepotong kayu ke pesawat nirawak yang melayang, tindakan perlawanan terakhirnya terhadap musuh lamanya sebelum kematiannya dan kebangkitan saudaranya.
Keluarga Sinwar awalnya berasal dari Asqalan—sekarang kota Ashkelon di Israel—dan menjadi pengungsi seperti ratusan ribu warga Palestina lainnya dalam apa yang mereka sebut Nakba atau bencana, selama kelahiran Negara Israel selama perang tahun 1948.
Lihat Juga :