Lowy Institute: Negara Berkembang Tercekik Utang Inisiatif Sabuk dan Jalan China

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:45 WIB
loading...
A A A

Penagih Utang


"Dalam perekonomian ini, China bangkit dari utang luar negeri kurang dari 5 persen pada 2005, menjadi lebih dari 40 persen pada 2015. Namun, tak lama setelah itu, pinjaman global China memasuki periode penurunan yang berkepanjangan,” imbuh laporan Lowy Institute.

“Meningkatnya risiko utang, kesulitan implementasi, dan tekanan keuangan domestik menyebabkan penandatanganan pinjaman baru China turun menjadi hanya USD18 miliar pada 2019, dengan penurunan lebih lanjut selama pandemi Covid," papar lembaga tersebut.

Penerima pinjaman baru terbesar termasuk negara tetangga langsung, Pakistan, Kazakhstan, dan Mongolia, dan negara-negara berkembang yang merupakan eksportir mineral atau logam baterai penting, seperti Argentina, Brasil, Republik Demokratik Kongo, dan Indonesia," imbuh Lowy Institute.

Lowy Institute mengatakan bahwa China yang dulunya merupakan sumber keuangan baru terbesar di dunia berkembang kini telah sepenuhnya beralih menjadi satu-satunya tujuan pembayaran utang negara berkembang terbesar di dunia. BRI mencapai puncaknya pada pertengahan 2010-an; puncak pembayaran utang tercapai pada pertengahan 2020-an.

“Sekarang, dan selama sisa dekade ini, China akan lebih mirip dengan penagih utang dibandingkan bankir bagi negara berkembang," pungkas Lowy Institute.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Berita Terkini
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved